Tangkap Kapal Global Sumud Flotilla, Netanyahu: Kami Berhasil Gagalkan 'Rencana Jahat'
Senin siang, pasukan militer Israel (IDF) mencegat kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotila untuk Gaza. Global Sumud Flotilla menjadi upaya terbaru dari sejumlah aktivis internasional untuk menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina tersebut. Sebelumnya, konvoi serupa juga sempat dicegat pasukan Israel bulan lalu.
“Global Sumud Flotilla sedang diserang!” tulis kelompok itu melalui akun X dikutip dari laman Al Arabiya News, Selasa 19 Mei 2026.
Situs pelacak posisi armada menunjukkan beberapa kapal dicegat di wilayah barat Siprus.
“Kami menuntut jalur aman bagi misi kemanusiaan kami yang legal dan tanpa kekerasan. Pemerintah dunia harus segera bertindak untuk menghentikan aksi ilegal atau pembajakan yang bertujuan mempertahankan pengepungan genosida Israel terhadap Gaza. Membiarkan kekerasan pendudukan menjadi hal yang normal adalah ancaman bagi semua orang,” kata mereka.
Aksi IDF ini juga diketahui oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dirinya mengecam misi Global Sumud Flotila dan menyebutnya sebagai ’skema berbahaya’ yang bertujuan untuk mendukung Hamas.
Dalam pernyataan resmi kantornya, Netanyahu mengatakan kepada komandan pasukan pencegat bahwa mereka telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam menggagalkan pelayaran tersebut.
“Skema berbahaya yang dirancang untuk menembus blokade yang kami terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza. Anda melaksanakan tugas ini dengan sangat sukses, bahkan jauh lebih tenang dari yang diperkirakan musuh-musuh kami,” ujar Netanyahu.
Sebelumnya pada Senin, Kementerian Luar Negeri Israel juga mengecam konvoi itu sebagai aksi provokasi dan menegaskan akan mencegah armada tersebut mencapai Gaza.
“Dalam aksi provokasi kali ini, dua kelompok Turki yang bersikap agresif, yakni Mavi Marmara dan IHH, ikut terlibat. IHH sendiri telah ditetapkan sebagai organisasi teroris,” tulis kementerian itu di X.
Kapal AL Israel Cegat Armada Global Sumud Menuju Gaza
Seperti diberitakan sebelumnya, Militer Israel (IDF) diketahui telah mencegat 39 kapal bantuan menuju Gaza di Kawasan timur laut Mediterania. Sementara itu, kapal-kapal lain yang tersisa masih terus berlayar menuju wilayah Gaza.
Kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotila kembali berlayar untuk ketiga kalinya pada Kamis lalu dari wilayah selatan Turki. Upaya sebelumnya untuk mengirim bantuan ke Gaza juga sempat dicegat Israel di perairan internasional.
Kelompok itu menyebut ada 426 orang dari 39 negara yang ikut dalam armada berisi 54 kapal tersebut. Dari 426 orang tersebut diketahui 9 orang berasal dari Indonesia yang dua diantaranya merupakan jurnalis dari media Republika bernama Bambang Noryono atau biasa disapa Abeng dan Thoudy Badai.
Sementara itu, Juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, pada Senin 18 Juni 2026 mengatakan sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), di kapal Josef terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI Rumah Zakat.
"Kapal yang membawa jurnalis An. Bambang Noroyono sampai saat ini masih dicoba dihubungi untuk mengetahui status dari kapal termasuk Sdr. Bambang Noroyono di kapal tersebut," kata dia.
Yvonne mengatakan bahwa saat ini situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi.
Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.
Yvonne mengatakan bahwa Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan.