Dinda Kirana Keluar dari Zona Nyaman, Langsung Dapat Adegan Intim dengan Maxime Bouttier
Dinda Kirana tampil berbeda dalam series Bercinta dengan Maut. Jika selama ini ia identik dengan karakter perempuan lembut dan polos di berbagai sinetron, kali ini Dinda justru hadir dengan sisi yang jauh lebih berani lewat karakter Bella. Tak hanya memainkan sosok yang emosional dan penuh konflik batin, Dinda juga harus menjalani adegan intim bersama Maxime Bouttier yang membuatnya benar-benar keluar dari zona nyaman.
Diakui oleh Dinda bahwa sejak awal dirinya sudah merasa terkejut saat pertama kali membaca naskah. Karakter Bella disebutnya sangat berbeda dari peran-peran yang pernah ia jalani sebelumnya sepanjang karier di dunia hiburan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
“Kagetnya sih udah dari awal ya. Dari awal peran Bella nih karakternya apa,” ujar Dinda saat konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026.
Meski begitu, tantangan tersebut justru menjadi alasan utama dirinya menerima tawaran bermain di series ini. Setelah cukup lama memerankan karakter protagonis yang cenderung aman, Dinda merasa membutuhkan sesuatu yang baru untuk mengembangkan kemampuan aktingnya.
“Tapi emang challenge-nya itu yang aku cari sih. Karena sebelumnya aku kan udah menjalani judul sinetron yang satu tahun lamanya. Yang perannya yang baik-baik aja, yang naif, yang lempeng aja,” ungkapnya.
Menurut Dinda, format series memberinya ruang eksplorasi yang lebih luas dibandingkan sinetron. Karena itulah ia tertarik mendalami sosok Bella yang dianggap memiliki banyak lapisan emosi.
“Dan emang kalau series kan lebih apa ya, eksplorasinya lebih luas gitu loh. Terus karakter Bella ini memang gak pernah aku ambil dan belum pernah ada sebelumnya di sejarah hidup aku,” lanjut Dinda.
Maxime Bouttier dan Dinda Kirana
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian publik dari Bercinta dengan Maut adalah chemistry intens antara Bella dan Aldo yang diperankan Maxime Bouttier. Dalam beberapa adegan, keduanya bahkan tampil sangat dekat dan sensual. Dinda pun mengaku awalnya sempat merasa gugup karena pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang baru baginya.
“Ini pengalaman pertama aja untuk aku. Jadi karena kalau misalkan apapun hal yang baru dilakuin pertama kali kayaknya jadi terbeban deh ya. Lebih ke adrenalin aja,” kata Dinda.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses pengambilan adegan intim dilakukan secara profesional. Tim produksi disebut menghadirkan intimate coordinator untuk membantu para pemain menentukan batas kenyamanan masing-masing sebelum syuting berlangsung.
“Ya overall udah disebutin sama Maxime sih jadi emang udah terasa safe dan udah terkombinasi gitu,” ujar Dinda saat ditanya soal proses adegan intim bersama Maxime.
Tak hanya itu, Dinda juga mengaku dirinya dan Maxime berusaha tetap santai selama proses syuting agar chemistry yang muncul terasa natural di layar.
“Kita juga udah profesional banget sih jadi kayak chill aja ya, chill banget,” ucapnya sambil tertawa.
Di balik adegan panas yang menjadi sorotan, Dinda ternyata harus menjalani proses pendalaman karakter yang cukup berat secara emosional. Ia bahkan menyebut hampir setiap adegan sebagai tantangan tersendiri karena harus memahami sisi psikologis Bella secara mendalam.
“Dan saat proses syutingnya sih lumayan agak perang batin ya. Lumayan harus kayak bisa menerima karakter dan sisi psikologis si Bella ini kayak gimana,” ungkap Dinda.
Menurutnya, Bella adalah karakter yang chaotic dan memiliki obsesi emosional yang rumit terhadap Aldo. Karena itu, ia harus melakukan banyak riset agar aktingnya terasa meyakinkan.
“Setiap scene itu, every scene is a challenge ya. Setiap scene adalah challenge buat aku. Karena aku harus banyak research tentang apa yang Bella sukain, terus chaos-nya dia, chaotic-nya dia, cara berpikirnya dia,” jelasnya.
Dinda juga harus memahami sisi adiksi Bella terhadap hubungan dan emosinya sendiri agar karakter tersebut terlihat hidup di layar.
“Terus adiksinya dia terhadap Aldo, terhadap hal lain gitu. Tapi ya, jadi aku harus mengerti sih ya. Aku harus mengerti karakternya Bella,” tambahnya.
Beruntung, selama proses syuting berlangsung, Dinda merasa sangat terbantu oleh arahan sutradara dan dukungan tim produksi.
“Dan untungnya dibantu juga kan sama tim, sama Mas Dom. Jadi ada guidance gitu,” katanya.
Series Bercinta dengan Maut sendiri mengangkat kisah misteri tentang Raya yang menyamar menjadi saudara kembarnya setelah sebuah kematian misterius terjadi di keluarga Ardhana. Dengan kombinasi thriller, romansa, hubungan toxic, dan konflik psikologis yang kuat, series ini diprediksi menjadi salah satu tayangan Indonesia paling ramai diperbincangkan saat tayang mulai 29 Mei 2026 mendatang.