Ratu Sofya Bongkar Alasan Sebenarnya Tolak Promosi Film, Bukan karena Adegan Seksual
Ratu Sofya kembali menjadi sorotan setelah perselisihannya dengan rumah produksi HAS Pictures berkembang menjadi polemik yang turut menyeret hubungan keluarganya.
Aktris muda tersebut diketahui mendapat somasi dari pihak rumah produksi film Dosa Penebusan atau Pengampunan karena dianggap belum menjalankan kewajiban promosi sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja sama. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Sebelumnya, pihak produser sempat menyebut alasan Ratu Sofya enggan menjalani promosi berkaitan dengan keberatan terhadap adanya adegan seksual dalam film tersebut. Namun tudingan itu langsung dibantah oleh pihak sang aktris.
Kuasa hukum Ratu Sofya menegaskan bahwa persoalan utama bukanlah adegan dalam film, melainkan hak klien mereka yang disebut belum dipenuhi.
"Ratu bukannya mengingkari atau menolak. Tapi ada hak yang memang harus diperoleh Ratu terlebih dahulu," kata pengacara Ratu, Risvan, mengutip Youtube Intens Investigasi, Minggu 24 Mei 2026.
Pihak kuasa hukum menjelaskan bahwa Ratu Sofya tetap bersikap profesional dan tidak menolak kewajiban promosi secara permanen. Namun mereka meminta agar hak-hak sang aktris terlebih dahulu diselesaikan sebelum agenda promosi dijalankan.
"Pada prinsipnya, klien kami sebagai artis dan memang secara patut dan layak supaya mendapatkan haknya," kata Dede Rahmat, tim pengacara Ratu Sofya.
Menurut tim pengacara, persoalan ini sebenarnya sudah lebih dulu dikomunikasikan kepada pihak keluarga, khususnya ayah Ratu Sofya yang diketahui menjadi pihak penandatangan kontrak kerja sama dengan HAS Pictures.
"Kami juga sudah menyampaikan semua itu dalam surat kepada pihak yang menandatangi surat kerja sama dengan PT HAS ya," kata Risvan.
"Jadi, semua informasi itu sudah tersampaikan sebenarnya," imbuhnya.
Namun situasi menjadi semakin rumit setelah surat yang dikirim kuasa hukum Ratu Sofya disebut disalahartikan sebagai somasi kepada orang tua sendiri. Narasi itu kemudian berkembang luas di publik dan memicu perhatian warganet.
Sebelumnya, ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, sempat tampil dalam konferensi pers bersama pihak rumah produksi. Dalam kesempatan tersebut, Intan tampak menangis saat membahas hubungan dirinya dengan sang putri.
Ia mengaku sedih karena merasa mendapat tekanan hukum dari anaknya sendiri. Di depan media, Intan juga memohon agar Ratu Sofya pulang dan memperbaiki hubungan keluarga mereka yang disebut telah renggang selama bertahun-tahun.
Perselisihan ini pun tak lagi hanya menjadi konflik profesional antara artis dan rumah produksi, tetapi juga berkembang menjadi drama keluarga yang mengundang perhatian publik.
Di tengah polemik yang semakin melebar, pihak Ratu Sofya kini berupaya meluruskan berbagai informasi yang dianggap tidak sesuai fakta. Mereka menegaskan bahwa surat yang dikirim bukanlah somasi kepada orang tua, melainkan bentuk penegasan terkait persoalan kontrak kerja sama film.