Menteri Pariwisata Widiyanti Kena Semprot Usai Pamer Penghargaan, DPR: Rakyat Dapat Apa?

Komisi VII DPR, Kementerian Pariwisata, Menteri Pariwisata Widiyanti Kena Semprot Usai Pamer Penghargaan, DPR: Rakyat Dapat Apa?

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendapat kritikan keras ketika menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Senayan, Jakarta pada Rabu (22/1/2026).

Kritik dilayangkan oleh Ketua Komisi VII DPR Saleh Daulay setelah mendengar paparan yang disampaikan Widiyanti.

Mulanya, Widiyanti menyampaikan berbagai penghargaan dan capaian yang sudah diterima Kementerian Pariwisata sepanjang 2025.

Namun, paparan tersebut tidak membuat Komisi VII puas, melainkan mempertanyakan apa faedahnya untuk rakyat.

Awal Mula Menteri Pariwisata Kena Semprot DPR

Sebelum dikritik, Widiyanti sempat memaparkan prestasi dan capaian yang sudah diterima Kementerian Pariwisata selama 2025.

Dalam paparannya, Widiyanti menyebutkan bahwa sektor pariwisata Indonesia berhasil mengoleksi ratusan penghargaan internasional selama 2025. Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pertama-tama izinkan saya membawa kabar baik. Pariwisata Indonesia menorehkan beragam penghargaan pada tahun 2025," ujar Widiyanti dikutip dari kanal YouTube TVR Parlemen, Rabu (21/1/2026).

Ia menyampaikan, kementerian yang dipimpinnya menyabet 154 penghargaan dari berbagai organisasi internasional.

Jumlah tersebut melonjak jauh dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang hanya sebesar 66 penghargaan.

Bali juga mendapat predikat sebagai destinasi terbaik di dunia menurut platform wisata daring, TripAdvisor.

Selain itu, Widiyanti menyebutkan, kunjungan wisatawan mancanegara mengalami peningkatan secara kumulatif hingga November 2025.

Jumlah turis asing mencapai 13,98 juta kunjungan sehingga mencatat pertumbuhan 10,44 persen secara year on year.

Ketua Komisi VII DPR Semprot Widiyanti

Sejumlah anggota Komisi VII diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan mengkritisi kinerja Kementerian Pariwisata setelah Widiyanti menyampaikan paparan.

Namun, menurut Ketua Komisi VII DPR Saleh Daulay, penghargaan yang dipaparkan Widiyanti menimbulkan kesan seolah Kementerian Pariwisata merupakan kementerian paling unggul dibandingkan kementerian lain.

"Kan gitu kesimpulan image yang akan muncul di dalam orang yang membaca paparan yang disampaikan oleh Ibu Menteri," jelas Saleh.

Saleh menegaskan bahwa Komisi VII tidak berhenti pada capaian prestasi Kementerian Pariwisata.

"Kalau berhenti di situ, sudah selesai berarti ya sudah ngapain lagi kita rapat," kata Saleh.

Ia lalu mempertanyakan apa manfaat penghargaan yang sudah diterima Kementerian Pariwisata untuk rakyat Indonesia.

Saleh juga mempertanyakan faedah penghargaan yang diberikan salah satu media asal AS.

Menurutnya, penghargaan semacam itu memang bagus untuk sosok Widiyanto secara pribadi dan kementerian yang dipimpinnya.

"Tapi, rakyatnya dapat apa? Dan ini ada 154. Saya ingin ini dijelaskan satu per satu, jenisnya apa saja, penghargaan ini dan dampaknya untuk rakyat Indonesia," tandas Saleh.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang