Negara Ini Kalahkan Indonesia Menjadi Negara Paling Banyak Dikunjungi di Asia Tenggara
Malaysia berhasil mencatatkan diri sebagai negara paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara pada 2026.
Pencapaian ini membuat Negeri Jiran unggul dari beberapa destinasi wisata utama di kawasan, termasuk Indonesia dan Thailand.
Menurut laporan terbaru yang dipublikasikan oleh Travel Daily Media, (20/5/26)Malaysia menerima sekitar 10,6 juta wisatawan internasional selama kuartal pertama 2026.
Jumlah tersebut naik sekitar 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini dinilai menjadi bukti bahwa strategi pengembangan infrastruktur dan konektivitas pariwisata Malaysia mulai membuahkan hasil.
Peningkatan ini dikaitkan dengan keberhasilan kampanye Malaysia Truly Asia yang telah berjalan lama di negara tersebut , serta pemasaran agresif inisiatif Visit Malaysia Year 2026 di seluruh dunia.
Infrastruktur Pariwisata Malaysia Dinilai Semakin Maju
Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan wisatawan adalah peningkatan infrastruktur transportasi dan layanan publik di Malaysia.
Pemerintah Malaysia dalam beberapa tahun terakhir memang fokus memperkuat aksesibilitas menuju destinasi wisata utama.
Bandara internasional diperluas, sistem transportasi publik diperbarui, hingga layanan imigrasi dibuat lebih cepat dan efisien.
Ilustrasi Kuala Lumpur, Malaysia.
Langkah tersebut memudahkan wisatawan dari berbagai negara untuk masuk dan bepergian di Malaysia.
kota seperti Kuala Lumpur, Penang, dan Johor Bahru kini semakin mudah dijangkau wisatawan regional maupun internasional.
Selain itu, Malaysia juga aktif memperluas konektivitas penerbangan dengan berbagai negara di Asia dan Timur Tengah.
Selain faktor infrastruktur, daya tarik wisata Malaysia juga didukung oleh sektor kuliner dan belanja yang sangat kuat. Kuala Lumpur masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan untuk berburu pusat perbelanjaan modern dengan harga kompetitif.
Di sisi lain, kuliner khas Malaysia ikut menjadi alasan banyak wisatawan datang kembali. Makanan seperti nasi lemak, char kway teow, roti canai, hingga teh tarik menjadi bagian penting dari pengalaman wisata di negara tersebut.
Wisata alam juga terus berkembang, terutama di wilayah Langkawi dan Sabah yang terkenal dengan pantai tropis dan ekowisatanya.
Persaingan Pariwisata Asia Tenggara Makin Ketat
Malaysia disebut sebagai kisah sukses pariwisata Asia Tenggara karena melampaui angka kedatangan sebelum pandemi sebesar 20,4 persen hingga akhir tahun 2025, menutup tahun dengan 42,2 juta pengunjung asing.
Perlu dicatat bahwa sektor pariwisata negara tersebut mengalami pemulihan besar dalam setahun terakhir, dengan menghasilkan total pendapatan kotor sekitar 32 miliar dollar AS.
Jika dilihat dari pasar asal, Singapura masih memimpin daftar, mengirimkan lebih dari 11,87 juta pengunjung selama tahun lalu.
Indonesia berada di urutan kedua dengan 4,09 juta, Thailand di urutan ketiga dengan 2,82 juta, China di urutan keempat dengan 2,69 juta, dan Brunei menempati urutan kelima dengan 1,39 juta.
Selain lima pasar sumber utama, pariwisata Malaysia juga mengalami pemulihan yang kuat dalam jumlah wisatawan dari India, Korea Selatan, Taiwan, Inggris, dan Australia.
Persaingan sektor pariwisata di Asia Tenggara diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan. Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga Indonesia sama-sama berlomba meningkatkan kualitas layanan wisata dan menarik lebih banyak turis asing.
Travel Daily Media menyebut keberhasilan Malaysia saat ini menjadi contoh bagaimana investasi infrastruktur dapat memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan industri pariwisata nasional.
Dengan tren perjalanan internasional yang terus meningkat pascapandemi, kawasan Asia Tenggara diprediksi tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling diminati di dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang