China ‘Ngamuk’ Usai Netanyahu Tuduh Beijing Bantu Iran Buat Rudal
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun menolak tuduhan yang dialamatkan Israel yang menyebut China membantu Iran dalam pembuatan rudal. Guo menyebut bahwa tuduhan Israel itu tidak berdasarkan fakta.
Diungkap Guo, Beijing tetap berkomitmen mendorong deeskalasi (menghentikan serangan) dan perundingan damai untuk mengkahiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
“Kami sudah berkali-kali menjelaskan posisi China. Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China selalu memenuhi kewajiban internasionalnya,” ujar Guo dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 13 Mei 2026.
Seperti diketahui, dalam wawancara terbaru dengan CBS baru-baru ini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa selama serangan gabungan AS-Israel ke Iran, China memberikan dukungan tertentu dan komponen khusus untuk pembuatan rudal.
Dalam sesi wawancara itu, Netanyahu juga sempat ditanya terkait apakah dukungan tersebut masih berlanjut atau tidak. Saat itu PM Israel menyebut kemungkinan bantuan China kepada Iran masih berlanjut
“Bisa jadi, bisa jadi,” kata dia tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pernyataan kontroversial Netanyahu itu muncul menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China juga mengecam sanksi terbaru Amerika Serikat terhadap 12 individu dan perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan Iran. Beijing menegaskan penolakannya terhadap sanksi sepihak dari Departemen Keuangan AS.
Guo mengatakan prioritas utama di kawasan Asia Barat saat ini adalah mencegah konflik kembali pecah, bukan memanfaatkan situasi untuk melempar lumpur kepada China.
Departemen Keuangan AS sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada 12 individu dan perusahaan, beberapa di antaranya berbasis di China dan Hong Kong. Mereka dituduh membantu Iran memperoleh senjata dan bahan baku yang dibutuhkan untuk drone Shahed serta rudal balistik Iran.
Washington juga mengancam akan mengambil tindakan terhadap entitas asing yang mendukung apa yang disebutnya sebagai perdagangan ilegal Iran, termasuk maskapai penerbangan. AS bahkan mengisyaratkan akan menjatuhkan sanksi sekunder kepada lembaga keuangan asing yang membantu Iran, termasuk yang terkait dengan kilang minyak independen di China.
Namun China menolak tekanan tersebut. Beijing bahkan untuk pertama kalinya pekan lalu menerapkan aturan blocking rule, yang memerintahkan perusahaan-perusahaan China agar tidak mematuhi sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.