Dibongkar Intelijen, Rusia Bantu Iran dengan Drone Canggih Untuk ‘Hajar’ AS dan Israel

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi

 Belum lama ini sebuah laporan mengungkap Rusia membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Rusia membantu Iran dalam menemukan kapal perang, pesawat tempur dan aset tempur Amerika lainnya untuk menjadi target sasaran balasan Iran.

Terbaru seorang pejabat intelijen Barat menyebut Rusia membantu Iran dengan taktik penggunaan drone yang lebih canggih untuk menyerang AS dan negara-negara Teluk di Timur Tengah. Bahkan disebut pejabat tersebut, drone tersebut memiliki spek lebih canggih daripada yang digunakan dalam perang di Ukraina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Drone Shahed, yang dirancang oleh Iran tetapi diproduksi secara massal oleh Moskow untuk digunakan dalam perang di Ukraina, ternyata cukup berhasil menembus sistem pertahanan udara negara-negara Teluk. Sebelumnya, bantuan intelijen Rusia kepada Iran hanya dilaporkan sebatas dukungan umum terkait penentuan target. Namun, jika sudah sampai pada pemberian saran taktis secara spesifik, hal itu menandakan adanya tingkat dukungan baru yang berpotensi jauh lebih mematikan.

“Dukungan yang sebelumnya bersifat umum kini menjadi lebih mengkhawatirkan, termasuk strategi penargetan UAS (drone) yang digunakan Rusia di Ukraina,” kata pejabat tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya seperti dikutip dari laman CNN World, Jumat 13 Maret 2026.

Pejabat itu tidak menjelaskan secara rinci bentuk bantuan taktis yang diberikan. Namun, Rusia diketahui menggunakan drone Shahed untuk menyerang Ukraina secara bergelombang, dengan banyak drone terbang bersamaan dan sering mengubah arah untuk menghindari sistem pertahanan udara. Dalam satu malam, saat perang Rusia-Ukraina, Ukraina bahkan bisa menghadapi lebih dari 1.000 drone.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pada Rabu menulis di platform X bahwa Rusia mulai membantu rezim Iran dengan drone.

“Mereka pasti juga akan membantu dengan rudal, dan bahkan membantu dalam sistem pertahanan udara,” tulis Zelensky.

Namun, ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai bantuan Rusia tersebut.

CNN pada akhir pekan lalu melaporkan bahwa Rusia telah membagikan citra dari jaringan satelit pengintai milik Moskow yang canggih kepada Iran. Namun, belum jelas apa yang didapat Rusia sebagai imbalan atas dukungan itu.

CNN telah meminta tanggapan dari Kremlin. Rusia sebelumnya pernah membantah telah berbagi intelijen dengan Iran. Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, pada Selasa kembali menyampaikan bantahan Moskow tersebut dan mengatakan bahwa Amerika Serikat menerima pernyataan Rusia apa adanya.

Sementara itu, Kyiv telah mengirim para ahli pencegat drone ke kawasan Teluk untuk berbagi pengalaman Ukraina dalam menghentikan drone Shahed yang relatif murah, dengan harga sekitar 30.000 dolar AS atau setara Rp 506 juta per unit. Ukraina sendiri telah mengembangkan drone pencegat berukuran kecil yang biayanya sekitar 5.000 dolar AS atau setara Rp 84 juta per unit dan bisa diproduksi dengan cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika perang pecah di kawasan Teluk bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin awalnya terlihat berada di posisi yang kurang menguntungkan, mengingat Iran merupakan sekutu lama Rusia. Namun, Putin tampaknya memanfaatkan situasi ini untuk mengejar tujuan utamanya yakni melemahkan bahkan membongkar kedaulatan Ukraina

Putin juga berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin, yang merupakan percakapan pertama mereka sejak Desember. Keduanya membahas konflik di kawasan Teluk dan juga situasi di Ukraina. Trump sendiri telah memberi sinyal bahwa ia mungkin akan melonggarkan sanksi minyak terhadap Rusia guna membantu menurunkan harga energi global.