Israel Klaim Hantam 4 Markas IRGC di Teheran, Iran Balas dengan Serangan Rudal Beruntun
Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal ke wilayah Israel sepanjang malam pada Senin hingga Selasa pagi. Serangan ini terjadi setelah jeda sekitar 11 jam, di mana Israel sebelumnya mengklaim telah menyerang markas keamanan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Teheran.
Seorang pria dilaporkan mengalami luka ringan setelah menginjak pecahan rudal usai serangan di wilayah utara Israel. Layanan ambulans Magen David Adom mengatakan pria tersebut telah mendapatkan perawatan. Selain itu, sebuah rumah di kawasan Nesher, pinggiran Haifa, juga mengalami kerusakan akibat munisi cluster dari serangan tersebut.
Beberapa serangan lainnya sepanjang malam juga memicu sirene peringatan di wilayah selatan, utara, dan tengah Israel, meski tidak ada laporan korban tambahan.
Dalam beberapa hari terakhir, intensitas serangan rudal Iran ke Israel dilaporkan menurun, dari sekitar 90 menjadi sekitar 10 rudal per hari. Militer Israel (IDF) juga memperkirakan telah menghancurkan atau melumpuhkan sekitar 330 dari total 470 peluncur rudal balistik milik Iran.
Lebih dari separuh peluncur tersebut dihancurkan dalam serangan udara, sementara sisanya dianggap tidak dapat digunakan lagi setelah serangan yang merusak pintu masuk fasilitas bawah tanah tempat senjata itu disimpan. Militer Israel menyatakan masih akan terus memburu sekitar 150 peluncur yang tersisa.
Iran juga dilaporkan terus melancarkan serangan ke wilayah Teluk.
Di Kuwait, jaringan listrik mengalami gangguan setelah kabel listrik terkena serpihan dari sistem pertahanan udara, yang menyebabkan pemadaman sebagian di beberapa wilayah selama beberapa jam. Di Bahrain, sirene peringatan rudal juga sempat berbunyi. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan pihaknya berhasil menghancurkan 19 drone Iran yang menargetkan Provinsi Timur yang kaya minyak.
Serangan ini terjadi di tengah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut pemerintahannya tengah melakukan pembicaraan untuk mengakhiri perang yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, dengan tujuan mengguncang rezim Teheran serta menghancurkan program nuklir dan rudal balistiknya.
Tak lama setelah pernyataan Trump tersebut, militer Israel mengatakan telah melancarkan gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur pemerintahan Iran di Teheran.
Militer Israel kemudian menyebut Angkatan Udara mereka menyerang markas keamanan utama milik IRGC. Menurut IDF, lokasi tersebut berada di dalam infrastruktur sipil dan digunakan untuk mengoordinasikan unit-unit regional yang bertugas menegakkan keamanan dalam negeri, termasuk pasukan paramiliter Basij. Militer Israel mengklaim telah mengambil langkah untuk meminimalkan dampak terhadap warga sipil.
Pada malam sebelumnya, puluhan jet tempur Israel menjatuhkan lebih dari 100 bom ke pangkalan militer dan fasilitas produksi senjata di Teheran, menurut IDF.
Fasilitas yang menjadi target tersebut antara lain pangkalan Pasukan Quds IRGC yang disebut mengawasi aktivitas operasi dan intelijen, markas pertahanan udara IRGC, markas pasukan darat IRGC, markas intelijen Pasukan Quds, fasilitas produksi rudal jelajah laut milik Kementerian Pertahanan Iran, serta sejumlah fasilitas lain yang terlibat dalam produksi dan penelitian senjata, termasuk di bidang elektronik, rudal balistik, dan hulu ledak.