BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Kaltim, Curah Hujan Diprediksi Meningkat hingga 10 Hari ke Depan

BMKG, cuaca ekstrem, puncak musim hujan, prakiraan cuaca kaltim, badan meteorologi klimatologi dan geofisika, bmkg samarinda, BMKG Peringatkan Potensi Banjir di Kaltim, Curah Hujan Diprediksi Meningkat hingga 10 Hari ke Depan

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Samarinda mengimbau warga Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mewaspadai potensi banjir yang dapat terjadi dalam 10 hari ke depan.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di sejumlah wilayah provinsi tersebut.

"Peringatan dini kami sampaikan karena hujan dapat menyebabkan banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang karena hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, di Samarinda, Selasa (11/11/2025) dikutip dari Antara.

Seberapa besar potensi hujan di Kaltim?

Riza menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan potensi curah hujan Dasarian II (11–20 November 2025), secara umum wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah antara 50 hingga 150 milimeter (mm) dengan peluang hujan lebih dari 70 persen. Namun, sejumlah wilayah tertentu diperkirakan mengalami curah hujan yang lebih tinggi.

Beberapa daerah yang berpotensi mengalami curah hujan kategori tinggi antara 150 hingga 300 mm dengan peluang hujan 60–90 persen adalah Kabupaten Kutai Barat bagian utara, Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara, Kabupaten Kutai Timur bagian barat, Kabupaten Berau bagian barat, dan Kabupaten Mahakam Ulu bagian selatan.

Dalam prakiraan deterministik curah hujan Dasarian II November 2025, sebagian besar wilayah Kaltim diperkirakan tetap berada pada kategori menengah antara 50 hingga 150 mm.

Namun, pola curah hujan ini diperkirakan akan meningkat pada beberapa wilayah dengan potensi hujan di atas normal.

Apa arti prakiraan sifat hujan di atas normal?

Menurut Riza, hasil prakiraan deterministik sifat hujan Dasarian II November menunjukkan bahwa secara umum wilayah Kaltim akan mengalami sifat hujan dengan kategori atas normal, yakni antara 116 hingga 200 persen dari rata-rata biasanya.

"Sementara itu, sebagian kecil wilayah seperti Kabupaten Mahakam Ulu bagian utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur diprakirakan mengalami sifat hujan dengan kategori normal antara 85 hingga 115 persen," katanya.

Kondisi hujan di atas normal ini menandakan adanya peningkatan intensitas curah hujan yang bisa menyebabkan debit air sungai meningkat lebih cepat dari biasanya.

Hal ini dapat memperbesar risiko terjadinya banjir di daerah yang memiliki sistem drainase terbatas atau kondisi tanah yang jenuh air.

Bagaimana kondisi hari tanpa hujan di Kaltim?

Selain potensi hujan tinggi, BMKG juga melakukan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian I November (1–10 November 2025).

Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Kaltim telah mengalami hujan, terdapat beberapa daerah yang masih mengalami periode tanpa hujan.

"Sejumlah wilayah Kaltim mengalami HTH dengan kategori sangat pendek antara 1 hingga 5 hari, hingga kategori pendek antara 6 hingga 10 hari. Durasi HTH terpanjang tercatat di Kabupaten Berau, tepatnya di Kecamatan Teluk Bayur, dengan HTH selama delapan hari," ujar Riza.

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, dan di dekat aliran sungai. Warga juga diminta memperhatikan peringatan dini cuaca yang secara rutin diterbitkan oleh BMKG.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG melalui kanal resmi, baik situs web maupun media sosial, agar dapat mengambil langkah antisipatif lebih dini," kata Riza menambahkan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.