Cara Membedakan Mutiara Asli dan Palsu, Jangan Sampai Tertipu
Mutiara sejak lama dianggap sebagai simbol kemewahan dan keanggunan. Tidak sedikit orang yang rela merogoh kocek dalam untuk memiliki seuntai kalung atau cincin berhias mutiara.
Namun, seiring berkembangnya teknologi, semakin banyak mutiara tiruan atau imitasi yang beredar di pasaran.
Hal ini tentu bisa menipu pembeli, terutama mereka yang belum terbiasa atau tidak memahami perbedaan mutiara asli dan palsu.
Cara membedakan mutiara asli dan palsu
Pemilik Crocus Pearl, Sasmita Asryanti menjelaskan, membedakan mutiara asli dan palsu sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa cara sederhana.
Ia mengungkapkan beberapa trik yang dapat dipraktikkan langsung oleh konsumen, agar tidak mudah terkecoh. Berikut cara membedakan mutiara asli dan palsu.
Pemilik Crocus Pearl Sasmita Asryanti saat ditemui di Inacraft 2025 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).
1. Sensasi ketika digesek ke gigi
Salah satu cara paling mudah untuk menguji keaslian mutiara adalah dengan menggesekannya ke permukaan gigi.
“Cara paling mudah untuk mengetahui keaslian mutiara yaitu dengan menggesekannya ke gigi. Ketika digesek akan ada rasa berpasir seperti kapur,” jelas Sasmita saat ditemui Kompas.com di Inacraft 2025, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).
Rasa berpasir ini timbul karena mutiara asli, terutama yang berasal dari laut, memiliki kandungan kalsium karbonat.
Sebaliknya, mutiara palsu terasa sangat licin dan halus karena umumnya terbuat dari plastik atau kaca yang dilapisi cat.
Teknik sederhana ini kerap digunakan para kolektor dan pedagang mutiara untuk mengetahui keaslian tanpa merusak bentuk perhiasan.
2. Reaksi ketika dibakar
Selain menggunakan gigi, cara lain yang cukup efektif adalah menguji mutiara dengan api.
Meskipun terkesan ekstrem, metode ini bisa membedakan mana yang asli dan mana yang tiruan.
“Kalau mutiara palsu berbahan plastik, pasti sudah leleh ketika dibakar sebentar. Mutiara air laut itu tidak akan rusak ketika dibakar, kalau mutiara air tawar dibakar terlalu lama bisa rusak,” ungkap Sasmita.
Mutiara asli memiliki ketahanan lebih baik terhadap panas karena terbentuk dari lapisan nacre alami.
Namun, pembeli disarankan berhati-hati jika mencoba cara ini, sebab meskipun mutiara asli tidak langsung rusak, paparan api berlebihan tetap bisa memengaruhi kualitasnya.
3. Berat tidak bisa jadi patokan
Banyak orang mengira membedakan mutiara cukup dengan menimbang beratnya. Nyatanya, lanjut Sasmita, hal ini tidak lagi bisa dijadikan acuan.
“Dari berat tidak begitu bisa dibedakan, karena sudah banyak teknologi yang bisa membuat bentuk dan beratnya mirip dengan yang asli. Tapi bisa dibedakan dari warna,” jelasnya.
Saat ini, produsen mutiara palsu mampu membuat tiruan dengan bobot mendekati mutiara asli.
Oleh karena itu, pembeli lebih disarankan memperhatikan aspek visual, seperti kilau dan warna, ketimbang hanya mengandalkan berat.
4. Perhatikan perubahan warna
Mutiara palsu biasanya dilapisi dengan pewarna khusus untuk meniru kilau alami mutiara. Namun, seiring waktu, lapisan tersebut akan memudar.
“Lama kelamaan warna mutiara palsu bisa berbeda, mengelupas warnanya, karena mereka biasanya dilapisi pewarna khusus yang bisa memudar seiring berjalannya waktu,” tutur Sasmita.
Sementara itu, mutiara asli tidak akan mengalami pengelupasan warna. Justru, kilau mutiara asli bisa semakin lembut dan berkarakter seiring berjalannya waktu, membuatnya terlihat makin menawan meski telah lama digunakan.
5. Tekstur dan kilau alami
Bagi mata yang terlatih, mutiara asli bisa dikenali dari penampilan permukaannya. Kilau mutiara asli tidak pernah terlalu mencolok, melainkan memantulkan cahaya dengan nuansa lembut dan dalam.
Permukaan mutiara asli juga biasanya tidak sepenuhnya sempurna, ada sedikit bintik atau ketidakteraturan kecil yang justru menjadi tanda keaslian.
Sebaliknya, mutiara palsu cenderung terlihat sangat seragam, halus, dan terlalu mengilap.
Membedakan mutiara asli dan palsu membutuhkan kejelian, apalagi bagi pembeli yang baru pertama kali membeli.
Oleh sebab itu, sebelum membeli perhiasan mutiara, konsumen disarankan tidak hanya tergiur oleh tampilan, tetapi juga memahami ciri khas mutiara asli agar tidak mudah tertipu barang palsu.