Arab Saudi Bantah Izinkan Pangkalan Militernya Dipakai AS untuk Operasi di Selat Hormuz
Arab Saudi membantah telah mengizinkan wilayah udaranya untuk operasi militer ofensif di tengah ketegangan regional terkait perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Stasiun TV Al Arabiya, yang mengutip sumber, melaporkan Riyadh berupaya meredakan ketegangan dan mendukung upaya mediasi Pakistan untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran.
"Kerajaan tidak mengizinkan penggunaan wilayah udaranya untuk mendukung operasi militer ofensif. Ada pihak-pihak yang mencoba memberikan gambaran yang menyesatkan tentang posisi Arab Saudi karena alasan yang mencurigakan," kata sumber tersebut.
Sanggahan tersebut muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan pada Kamis, bahwa Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer Amerika, yang diberlakukan setelah peluncuran operasi Amerika untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Mengutip pejabat Amerika dan Saudi, laporan tersebut mengatakan pemerintahan Trump sedang bersiap untuk memulai kembali operasi pengawalan angkatan laut bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dengan dukungan angkatan laut dan angkatan udara AS setelah misi tersebut dihentikan sementara awal pekan ini.
Laporan itu menambahkan bahwa para perencana Pentagon saat ini sedang menilai jadwal untuk melanjutkan operasi tersebut, dengan beberapa pejabat AS mengindikasikan bahwa aktivitas dapat dimulai kembali paling cepat pekan ini, mengutip pejabat AS.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu Amerika di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut sejak 13 April.
Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa militer AS akan untuk sementara menghentikan "Project Freedom" untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, dan mengatakan blokade Amerika akan tetap "berlaku penuh."