Respons Manajemen Terkait Bos GoTo Cuan Miliaran dari Aksi Borong Opsi Saham

Ilustrasi investasi kripto.
Ilustrasi investasi kripto.

Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)  buka suara terkait aksi pembelian saham oleh Catherine Hindra Sutjahyo selaku Wakil Direktur Utama Perseroan dikabarkan meraup dana miliaran rupiah.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Manajemen Persroan menjelaskan aksi pembelian yang dilakukan oleh Catherine Hindra Sutjahyo sebanyak 515.896.598 saham berasal dari pelaksanaan program opsi saham karyawan dan konsultan (ESOP) yang dikelola GoTo Peopleverse Fund (GPF). Pembelian ini dilakukan pada tanggal 16 Maret 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Manajemen operator transportasi daring ini, penjualan jutaan saham GOTO oleh Catherine telah melewati proses konsultasi. Aksi pembelian ini membuat Catherina mengeluarkan dana sebesar Rp 1.031.793.196 untuk transaksi ini.

“Beliau telah melakukan exercise atas opsi saham sebagai bagian dari program opsi karyawan dan konsultan (Program ESOP) yang diadministrasikan GPF dan melakukan penjualan atas saham yang diperolehnya dari pelaksanaan opsi saham tersebut," tuli Manajemen GOTO dikutip pada Rabu, 29 April 2026. 

Program ESOP ini diberikan kepada karyawan, konsultan, hingga jajaran direksi dan komisaris, termasuk Catherine Hindra Sutjahyo. Di hari yang sama, ia juga menjual sebanyak 265.896.597 saham di harga Rp 52 per unit.  

Dari penjualan ini, salah satu petinggi GOTO mengantongi sekitar Rp 26,82 miliar.  Adapun tujuan transaksi penjualan dilakukan untuk kepentingan pribadi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)

“Tujuan dari transaksi penjualan saham adalah untuk keperluan pribadi dan keluarga,” lanjut pernyataan tersebut.

Terkait harga pelaksanaan opsi saham yang sempat menjadi sorotan, perseroan menyebut bahwa nilai tersebut telah ditetapkan sesuai ketentuan dalam prospektus.

“Dalam Prospektus, harga pelaksanaan opsi saham berkisar antara Rp 2 sampai Rp 202 per saham, bergantung pada masing-masing perjanjian opsi saham antara GPF dan Partisipan. Pemberian

opsi saham tersebut termasuk harga pelaksanaannya telah disetujui dengan keputusan Komite Nominasi  dan Remunerasi serta Dewan Komisaris sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Manajemen GOTO. 

Berdasarkan perjanjian antara GPF dan Catherine, opsi saham yang dieksekusi pada 16 Maret 2026 memiliki harga pelaksanaan Rp 2 per saham. Sementara itu, harga penjualan saham mengikuti harga pasar pada tanggal 16–17 Maret 2026 di kisaran Rp 52 per unit. 

Selain itu, perseroan memaparkan bahwa jumlah saham yang dapat diadministrasikan oleh GPF mencapai lebih dari 106 miliar saham. Program ini telah melibatkan ribuan partisipan, termasuk karyawan dan konsultan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga akhir 2025, GPF tercatat masih memiliki lebih dari 40 miliar saham Seri A secara langsung maupun tidak langsung, dengan puluhan miliar opsi saham yang telah dialokasikan kepada lebih dari 3.000 partisipan.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan program ESOP, termasuk distribusi dan penjualan saham, telah mengikuti aturan yang berlaku serta melalui persetujuan internal, termasuk dari komite nominasi dan remunerasi.