Daftar Sektor Paling Banyak Buka Lowongan Kerja di Era AI, Pariwisata hingga Kesehatan Paling Diburu

Ilustrasi bekerja.
Ilustrasi bekerja.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) terus memunculkan perdebatan mengenai masa depan dunia kerja. Di satu sisi, teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan. 

Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa sejumlah profesi akan semakin tergerus oleh otomatisasi dan penggunaan AI dalam berbagai sektor industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gambaran tersebut mulai terlihat dari laporan ketenagakerjaan terbaru di Amerika Serikat. Meski secara keseluruhan pasar tenaga kerja masih mencatat pertumbuhan positif, distribusi penciptaan lapangan kerja menunjukkan adanya pergeseran yang menarik. 

Beberapa sektor yang bergantung pada interaksi manusia justru tumbuh pesat, sementara sektor yang dinilai lebih rentan terhadap otomatisasi mengalami penurunan jumlah pekerja.

Berdasarkan data U.S. Bureau of Labor Statistics yang dirangkum Forbes, ekonomi Amerika Serikat menambah 172.000 pekerjaan sepanjang Mei 2026. Angka tersebut menandai tiga bulan berturut-turut pertumbuhan lapangan kerja pada tahun ini.

Namun, di balik angka positif tersebut, para ekonom melihat adanya dua realitas yang berbeda. Lapangan pekerjaan memang bertambah, tetapi sebagian pekerja yang terkena PHK maupun lulusan baru justru menghadapi tantangan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan.

Berikut sektor-sektor yang mencatat pertumbuhan dan penurunan lapangan kerja terbesar selama Mei 2026, sebagaimana dirangkum pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Sektor dengan Pertumbuhan Lapangan Kerja Terbesar

1. Leisure dan Hospitality (+70.000 pekerjaan)

Sektor rekreasi, pariwisata, hotel, restoran, dan hiburan menjadi penyumbang terbesar penciptaan lapangan kerja. Lonjakan ini didorong oleh kebutuhan tenaga kerja musiman serta persiapan berbagai kegiatan besar, termasuk dampak penyelenggaraan ajang Piala Dunia.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang membutuhkan pelayanan langsung kepada konsumen masih memiliki permintaan tinggi meski teknologi berkembang pesat.

2. Pemerintahan (+52.000 pekerjaan)

Sektor pemerintahan mencatat penambahan 52.000 pekerjaan. Kebutuhan layanan publik yang terus berjalan membuat sektor ini tetap menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar.

3. Layanan Kesehatan (+35.000 pekerjaan)

Bidang kesehatan kembali menjadi sektor yang konsisten menciptakan lapangan kerja. Pertambahan populasi usia lanjut dan meningkatnya kebutuhan layanan medis menjadi faktor utama pertumbuhan tersebut.

4. Konstruksi (+17.000 pekerjaan)

Pembangunan infrastruktur dan proyek properti masih mendorong kebutuhan tenaga kerja di sektor konstruksi. Pekerjaan lapangan yang membutuhkan keterampilan fisik dan teknis masih relatif sulit digantikan oleh AI.

5. Bantuan Sosial (+12.000 pekerjaan)

Sektor bantuan sosial juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Kebutuhan terhadap pekerja sosial, pendamping masyarakat, hingga layanan kesejahteraan terus meningkat.

6. Manufaktur (+7.000 pekerjaan)

Meski banyak proses produksi telah terotomatisasi, sektor manufaktur masih mencatat penambahan tenaga kerja sebesar 7.000 posisi selama Mei 2026.

7. Professional and Business Services (+6.000 pekerjaan)

Sektor jasa profesional dan layanan bisnis masih tumbuh meski dalam jumlah yang relatif moderat dibanding sektor lainnya.

8. Pertambangan dan Logging (+4.000 pekerjaan)

Aktivitas pertambangan dan pengelolaan sumber daya alam turut memberikan tambahan lapangan kerja baru.

9. Utilitas (+1.400 pekerjaan)

Perusahaan penyedia layanan utilitas seperti listrik dan air bersih masih mencatat pertumbuhan tenaga kerja meskipun terbatas.

10. Transportasi dan Pergudangan (+600 pekerjaan)

Pertumbuhan e-commerce dan distribusi barang membantu sektor ini tetap menciptakan pekerjaan baru meski kenaikannya tidak terlalu besar.

Sektor yang Kehilangan Pekerjaan

1. Aktivitas Keuangan (-22.000 pekerjaan)

Sektor keuangan menjadi sektor dengan penurunan terbesar sepanjang Mei 2026. Sebanyak 22.000 pekerjaan hilang dalam satu bulan. Penurunan ini menarik perhatian karena industri keuangan sering disebut sebagai salah satu sektor yang paling rentan terhadap pemanfaatan AI. Berbagai tugas administratif, analisis data, hingga layanan pelanggan kini semakin banyak dibantu teknologi otomatisasi.

2. Perdagangan Grosir (-3.700 pekerjaan)

Sektor perdagangan grosir mengalami pengurangan tenaga kerja seiring perubahan pola distribusi dan efisiensi operasional perusahaan.

3. Informasi (-2.000 pekerjaan)

Industri informasi, termasuk sebagian bidang media dan teknologi, juga mengalami penurunan jumlah pekerja.

4. Perdagangan Ritel (-1.100 pekerjaan)

Sektor ritel kehilangan sekitar 1.100 pekerjaan. Perubahan perilaku konsumen yang semakin beralih ke platform digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di sektor ini.

Pasar Kerja Masih Tumbuh, Tetapi Persaingan Semakin Ketat

Data terbaru menunjukkan bahwa AI belum menghentikan penciptaan lapangan kerja secara keseluruhan. Namun, teknologi ini mulai mengubah jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan oleh perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pekerjaan yang menuntut interaksi manusia, pelayanan langsung, keterampilan teknis lapangan, serta layanan kesehatan masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Sebaliknya, sektor yang banyak bergantung pada pekerjaan administratif dan pengolahan data mulai menghadapi tekanan lebih besar.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pekerja perlu terus meningkatkan keterampilan dan beradaptasi dengan perubahan teknologi. Di era AI, bukan hanya jumlah pekerjaan yang berubah, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan untuk tetap relevan di pasar kerja yang semakin kompetitif.