Bos GoTo Sebut Kesejahteraan Mitra adalah Fondasi Pertumbuhan Perusahaan

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo

Grup GoTo melalui Gojek meluncurkan program 'Bakti GoTo untuk Negeri', yang mencakup empat pilar utama, yakni perlindungan sosial melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, Bantuan Hari Raya (BHR), beasiswa dan bursa kerja, serta Usaha Mitra Swadaya.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo menegaskan, program ini diusung pihaknya karena kesejahteraan mitra merupakan fondasi pertumbuhan perusahaan.

"Kalau mitra enggak sehat, bisnis enggak bisa tumbuh. Supaya industrinya bisa sehat, kita harus memastikan bahwa mitra-mitra kita mendapatkan pendapatan yang cukup," kata Hans dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari 2026.

Aksi Demo Driver GOJEK-Tokopedia (goto) beberapa waktu lalu (foto ilustrasi)

Dia menambahkan, program Bakti GoTo untuk Negeri merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap perlindungan mitra dan keluarganya.

"Program ini adalah komitmen GoTo dalam peningkatan kesejahteraan dan perlindungan mitra driver Gojek dan keluarga," ujarnya.

Dampak positif dari program tersebut turut dirasakan oleh Wardiasto, yang masih menjalani rutinitas sebagai pengemudi ojek online di Solo, Jawa Tengah. Namun selepas menarik penumpang, ia kini memiliki aktivitas lain. Bersama sejumlah rekan sesama mitra, Wardiasto mengelola bengkel motor kecil yang berdiri di salah satu kawasan kota Solo.

“Kami membuka usaha bengkel motor. Kami mendapat tempat gratis, air gratis, dan listrik gratis. Jadi saya dan teman-teman hanya bermodal tenaga untuk menjalankannya,” kata Wardiasto.

Bengkel itu menjadi sumber pemasukan tambahan di luar pekerjaan sebagai pengemudi. “Selain on-bid setiap hari, kita bisa dapat pemasukan tambahan dari usaha kita ini,” ujarnya.

Cerita Wardiasto bukan satu-satunya. Di Surabaya, Farid, mitra pengemudi Gojek, mengaku telah menerima manfaat perlindungan jaminan sosial yang kini menjadi bagian dari program tersebut. “Untuk iurannya itu sudah dibantu sepenuhnya, jadi saya tidak perlu memikirkan biayanya lagi,” kata Farid.

Farid menyebut, fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya sebagai mitra. “Di Gojek, saya bisa dapat apresiasi tanpa harus membayar BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu di Jakarta, Dilan, mitra pengemudi lainnya, mencoba peluang berbeda melalui bursa kerja Mitra Gojek. Ia mengaku telah mengikuti proses rekrutmen hingga tahap wawancara.

“Bagi saya ini kesempatan di mana kita bisa hidup lebih baik dan menikmati keberlanjutan. Saya sudah mengikuti sampai tahap wawancara,” ujarnya.