Jual Sariwangi ke Grup Djarum, Unilever Kantongi Rp 1,5 Triliun

Logo Unilever.
Logo Unilever.

Jenama produk teh celup ternama Sariwangi telah dijual oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), kepada PT Savoria Kreasi Rasa yang merupakan salah satu entitas usaha milik Grup Djarum.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi BEI, penandatangan Perjanjian Pengalihan Bisnis (BTA) atas aksi korporasi senilai Rp 1,5 triliun itu, ditargetkan rampung pada 2 Maret 2026.

"Penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan dengan nilai pasar sebesar Rp 1.488.228.000.000. Harga yang disepakati adalah sebesar Rp 1.500.000.000.000 diluar pajak yang berlaku," kata Manajemen UNVR sebagaimana dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Rabu, 7 Januari 2026.

Unilever Indonesia

Dalam Keterbukaan Informasi tersebut juga dijelaskan bahwa angka Rp 1,5 triliun itu turut mencakup 45 persen dari ekuitas Unilever, berdasarkan laporan keuangan hingga 30 September 2025. Sementara total aset bisnis Sariwangi disebut setara 2,5 persen dari total aset Perseroan.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa Sariwangi juga berkontribusi terhadap laba bersih perseroan sekitar 3,1 persen, dengan pendapatan usaha bisnis Sariwangi yang berkontribusi sekitar 2,7 persen.

Pihak Manajemen UNVR sendiri memastikan bahwa transaksi ini tidak akan mengganggu kelangsungan usaha Unilever.

"Transaksi tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan," ujarnya.

Sebagai informasi, dari hasil penjualan Sariwangi ini, Unilever akan merealisasikan nilai investasinya di bisnis teh dan mengembalikan nilai tersebut kepada pemegang saham dalam jangka pendek.

Manajemen UNVR juga menjelaskan bahwa perseroan akan fokus pada bisnis inti yang ada, dalam upaya untuk meningkatkan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.