Folago Pro Raup Cuan Miliaran dari Format Konser Hybrid, Simak Strateginya
Emiten dunia hiburan sekaligus digital IT hub bisnis-teknologi, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) melalui anak usahanya yakni Folago Pro, mencatatkan pendapatan miliaran rupiah dari penyelenggaraan konser hybrid artis internasional Brian McKnight, yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta.
Direktur Utama Folago, Subioto Jingga mengatakan, konser ini sold out dan dihadiri lebih dari 1.300 penonton offline, serta menjangkau 48.000 penonton online melalui TikTok LIVE. Hal itu pun mengunci monetisasi berlapis dari tiket fisik, paid digital ticketing, dan sponsor dalam satu eksekusi.
"Keberhasilan konser Brian McKnight menjadi validasi strategi hybrid perseroan. Kami membuktikan konser internasional dapat dimonetisasi secara efektif melalui model hybrid," kata Subioto dalam keterangannya, Selasa, 20 Januari 2026.
Brian McKnight di Konser Heart & Soul Live in Jakarta 2025
"Ke depan, kami akan memperluas skala dan konsistensi konser dengan peningkatan kualitas produksi, distribusi digital, serta kolaborasi sponsor," ujarnya.
Dia memastikan, bagi investor, capaian ini menegaskan transformasi event menjadi produk pendapatan yang scalable. Dengan distribusi digital, IRSX mampu memperluas jangkauan audiens jauh melampaui kapasitas venue fisik, sekaligus mengoptimalkan potensi margin.
Model konser hybrid ini juga memberi visibilitas revenue yang lebih terukur, dan membuka ruang replikasi format untuk konser-konser berikutnya tanpa ketergantungan penuh pada kapasitas lokasi.
Sebagai kelanjutan dari pipeline tersebut, Folago Pro juga telah menyiapkan konser artis internasional Westlife yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026 di Surabaya. Rencana ini memperkuat sinyal bahwa IRSX tidak berhenti pada satu event, melainkan tengah membangun agenda konser internasional berkelanjutan dengan basis monetisasi hybrid.
Dari sisi eksekusi, Folago Pro memosisikan konser sebagai pipeline bisnis berkelanjutan, bukan aktivitas satu kali. Integrasi offline–online ini juga memungkinkan penjualan tiket digital dengan harga terjangkau, memperluas basis audiens nasional, serta meningkatkan daya tarik sponsor melalui eksposur lintas platform.
"Pendekatan ini juga menekan risiko kapasitas dan mempercepat break-even lewat volume penonton digital," ujarnya.
Ke depan, perseroan menargetkan inovasi berkelanjutan melalui penguatan paid digital ticketing, ekspansi platform live streaming, serta kurasi artis yang relevan dengan audiens digital nasional dan internasional. Strategi ini diarahkan untuk menciptakan pendapatan berulang (recurring revenue) dan memperkuat posisi IRSX sebagai emiten hiburan dengan monetisasi hybrid yang terukur dan scalable.
Dengan fondasi pipeline tersebut, pasar akan mencermati konsistensi eksekusi dan frekuensi konser. Jika format hybrid ini terus direplikasi dengan skala yang meningkat, segmen hiburan berpotensi menjadi kontributor signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan IRSX dalam beberapa kuartal mendatang.