Daftar 5 Negara yang Tidak Memiliki Ular di Alam Liar dan Alasan di Baliknya

ular, negara, Daftar 5 Negara yang Tidak Memiliki Ular di Alam Liar dan Alasan di Baliknya

Membayangkan tempat tanpa ular mungkin terdengar seperti mimpi bagi para penderita fobia ular (ophidiophobia). 

Ternyata, tempat seperti itu benar-benar ada di dunia, lho! Di saat sebagian besar wilayah Bumi menjadi rumah bagi ribuan spesies ular, ada beberapa negara yang sama sekali tidak memiliki ular yang hidup di alam liarnya.

Dilansir dari beberapa sumber, keberadaan ular di suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh sejarah geologi, letak geografis, hingga iklim. 

Penasaran negara mana saja yang bebas dari hewan melata ini? Simak daftarnya!

ular, negara, Daftar 5 Negara yang Tidak Memiliki Ular di Alam Liar dan Alasan di Baliknya

Ilustrasi peta Republik Irlandia dan Irlandia Utara.

Ini adalah negara yang paling terkenal dengan absennya ular. Legenda setempat mengatakan bahwa St. Patrick mengusir ular-ular tersebut ke laut. 

Namun, secara ilmiah, Mongabay menjelaskan bahwa selama Zaman Es, Irlandia terlalu dingin untuk reptil. 

Ketika es mencair, Irlandia sudah terpisah dari daratan utama Eropa oleh lautan, sehingga ular tidak bisa menyeberang ke sana.

2. Selandia Baru

ular, negara, Daftar 5 Negara yang Tidak Memiliki Ular di Alam Liar dan Alasan di Baliknya

Ilustrasi Selandia Baru. Air Laut Selandia Baru Menghangat 34 Persen Lebih Cepat dari Rata-rata Global, Apa Dampaknya?

Negara tetangga Australia yang justru penuh dengan ular berbisa ini ternyata bebas ular. Selandia Baru adalah pulau yang terisolasi secara geografis sejak lama. 

Pemerintah di sana juga sangat ketat dalam menjaga perbatasan agar tidak ada ular yang masuk secara tidak sengaja, karena bisa merusak ekosistem burung asli mereka.

3. Islandia

ular, negara, Daftar 5 Negara yang Tidak Memiliki Ular di Alam Liar dan Alasan di Baliknya

Tampak dari atas The loneliest house in the world atau ?rumah paling sepi di dunia? terletak di Pulau Ellidaey, Islandia

Terletak di dekat Lingkaran Arktik, Islandia memiliki iklim yang sangat ekstrem. Sebagai hewan berdarah dingin (ektoterm), ular membutuhkan panas lingkungan untuk bertahan hidup. 

Suhu tanah Islandia yang membeku hampir sepanjang tahun membuat ular mustahil untuk bertahan hidup di alam liar.

4. Greenland

ular, negara, Daftar 5 Negara yang Tidak Memiliki Ular di Alam Liar dan Alasan di Baliknya

Ilustrasi Greenland. Pemerintah AS diduga diam-diam mengumpulkan informasi instalasi militer di Greenland yang memicu kekhawatiran atas kepentingan keamanan kawasan.

Senasib dengan Islandia, Greenland hampir seluruhnya tertutup es. Meskipun namanya berarti "Tanah Hijau", kondisi geografisnya sangat tidak ramah bagi reptil. 

Tidak ada satu pun spesies ular yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sedingin itu.

5. Negara-Negara Kepulauan Kecil (seperti Tuvalu atau Nauru)

Beberapa negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik juga tercatat tidak memiliki ular asli. 

Hal ini dikarenakan jaraknya yang sangat jauh dari daratan besar, sehingga spesies ular tidak pernah mencapai pulau-pulau tersebut secara alami.

Mengapa Mereka Tidak Ada di Sana?

  • Hambatan Geografis: Lautan luas bertindak sebagai penghalang alami. Ular darat tidak bisa berenang menyeberangi samudra untuk mencapai pulau-pulau terpencil.
  • Suhu Ekstrem: Ular mengandalkan sinar matahari untuk mengatur suhu tubuh. Di wilayah kutub atau tempat dengan musim dingin yang sangat panjang, metabolisme mereka akan berhenti dan mereka akan mati.
  • Sejarah Zaman Es: Di tempat seperti Irlandia, periode pembekuan besar di masa lalu memusnahkan reptil yang mungkin pernah ada, dan mereka tidak pernah punya kesempatan untuk kembali setelah es mencair.

Meskipun tidak ada di alam liar, beberapa negara ini mungkin masih memiliki ular di dalam kebun binatang atau sebagai hewan peliharaan dengan izin yang sangat ketat. 

Menarik, ya? Jadi, buat kamu yang ingin liburan tanpa rasa was-was bertemu ular, negara-negara di atas bisa jadi pilihan destinasi berikutnya!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang