Ada Indonesia, Daftar Negara yang Pernah atau Masih Disanksi FIFA karena Intervensi Politik

Gianni Infantino dan Tunku Ismail Idris
Gianni Infantino dan Tunku Ismail Idris

 Menjelang undian grup Piala Dunia 2026, perhatian publik bukan hanya tertuju pada 42 negara yang sudah lolos, tetapi juga pada daftar negara yang justru tidak bisa tampil karena sanksi FIFA.

Total, 10 negara tercatat pernah dibekukan akibat intervensi politik dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara enam tiket tersisa masih diperebutkan melalui playoff pada Maret mendatang, beberapa negara sudah dipastikan tak akan tampil. Rusia dan Kongo-Brazzaville menjadi dua negara yang saat ini masih berada dalam status banned.

FIFA menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi kepada federasi mana pun jika ditemukan campur tangan pemerintah.

Dalam dua dekade terakhir, konfederasi Asia menjadi yang paling banyak terseret. Lima negara Asia pernah dibekukan FIFA karena intervensi politik, termasuk Indonesia. 

Kuwait menjadi negara yang paling sering berurusan dengan FIFA. Mereka mengalami: Tercatat mereka tiga kali dibanned FIFA pada periode 2007 hingga 2015.

Brunei juga sempat dibekukan pada September 2009 karena intervensi pemerintah terhadap federasi sepakbola setempat. Sanksi baru dicabut pada Mei 2011 setelah struktur federasi dibenahi.

Hanya dua bulan setelah Brunei, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Irak karena Komite Olimpiade Irak membubarkan federasi sepakbola dan aparat keamanan mengambil alih kantornya. Setelah empat bulan negosiasi, sanksi dicabut.

Kasus serupa terjadi pada Indonesia pada 2015. FIFA menilai ada intervensi pihak ketiga dalam federasi sepakbola nasional. Sanksi dicabut setahun kemudian, tetapi Indonesia kehilangan kesempatan tampil di beberapa laga kualifikasi penting.

Kemudian juga ada Pakistan yang mendapat hukuman FIFA setelah menolak rancangan konstitusi baru yang dianggap penting untuk memastikan pemilihan yang demokratis.

Meski sanksi dicabut menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Pakistan tetap gagal maju setelah menghuni juru kunci Grup G.

Afrika Juga Tak Luput

Konfederasi Afrika menyusul sebagai kawasan dengan sanksi terbanyak setelah Asia. Kenya, Kongo, dan Sierra Leone semuanya pernah dibekukan akibat dugaan intervensi pemerintah.

Kenya: Disanksi tahun 2004, 2006, dan 2022. Sierra Leone: Dihukum pada 2018 setelah presiden dan sekjen federasi dicopot pemerintah.

Kedua negara kini sudah bebas sanksi. Namun Kongo-Brazzaville masih dibekukan karena “campur tangan pihak ketiga”.

Di CONCACAF, hanya Guatemala yang mendapat sanksi setelah otoritas lokal mencampuri urusan komite yang dibentuk FIFA pada 2016 pasca skandal korupsi.

Sementara itu, Rusia masih menjadi satu-satunya negara Eropa yang dibekukan FIFA, terkait invasi ke Ukraina.

Daftar Negara yang Pernah atau Masih Disanksi FIFA karena Intervensi Politik

1. Rusia

Masih dibekukan

Terkait invasi ke Ukraina

2. Kongo-Brazzaville

Masih disanksi

Disebut karena “campur tangan pihak ketiga”

3. Kuwait

Disanksi 3 kali: 2007, 2008, 2015

Alasan: intervensi pemerintah & aturan olahraga yang tidak sesuai regulasi FIFA

Dampak: gagal tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2018

4. Brunei

Disanksi 2009

Alasan: intervensi pemerintah

Dicabut pada 2011

5. Irak

Disanksi 2009

Alasan: pembubaran federasi oleh Komite Olimpiade & pengambilalihan kantor

Dicabut setelah 4 bulan

6. Indonesia

Disanksi 2015

Alasan: intervensi pihak ketiga

Dicabut 2016

Dampak: gagal ikut sejumlah laga kualifikasi

7. Pakistan

Disanksi 2021

Alasan: tidak mengadopsi konstitusi baru sesuai aturan FIFA

Dicabut menjelang Kualifikasi 2026 (tetap gagal lolos)

8. Kenya

Disanksi 3 kali: 2004, 2006, 2022

Alasan: intervensi pemerintah

Kini sudah dicabut

9. Sierra Leone

Disanksi 2018

Alasan: presiden & sekjen federasi dicopot pemerintah

Sudah dicabut

10. Guatemala

Disanksi 2016

Alasan: campur tangan otoritas lokal terhadap komite sementara FIFA

Sudah dicabut