Daftar Negara Paling Banyak Utang di Dunia, Ada Indonesia?
Lonjakan utang negara-negara kembali menjadi perhatian dunia di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Tekanan geopolitik, kenaikan suku bunga, serta kebutuhan belanja yang tinggi membuat banyak negara menambah pembiayaan melalui utang.
Situasi ini mendorong total utang publik global naik ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berdasarkan data terbaru International Monetary Fund atau IMF, total utang pemerintah dunia pada 2025 telah melampaui US$110,9 triliun atau setara Rp1.874.210 triliun. Negara-negara dengan perekonomian besar menyumbang porsi terbesar dari total tersebut.
Mengacu pada World Economic Outlook IMF edisi Oktober 2025 dan data Visual Capitalist, berikut 10 negara dengan utang pemerintah terbesar di dunia, sebagaimana dirangkum pada Kamis, 22 Januari 2026.
1. Amerika Serikat
Ilustrasi Ekonomi Amerika Serikat
Amerika Serikat masih menjadi peminjam terbesar dunia dengan total utang pemerintah mencapai US$38,27 triliun atau setara Rp646.763 triliun. Angka ini mencakup lebih dari sepertiga total utang publik global.
Sepanjang tahun lalu saja, pemerintah AS menambah utang sekitar US$2,9 triliun atau setara Rp49.010 triliun, dipicu oleh defisit fiskal berkelanjutan, kenaikan pembayaran bunga, serta kewajiban belanja jangka panjang.
Meski demikian, status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia membuat negara ini tetap bisa berutang dengan biaya relatif rendah.
2. China
China menempati posisi kedua dengan utang pemerintah sekitar US$18,68 triliun atau setara Rp315.692 triliun. Walaupun masih jauh di bawah Amerika Serikat, pertumbuhan utang China tergolong paling cepat pada 2025, mencapai 13,6 persen secara tahunan.
Sekitar US$2,2 triliun atau setara Rp37.180 triliun ditambahkan dalam setahun terakhir, didorong oleh investasi yang dipimpin negara, kebutuhan pendanaan pemerintah daerah, serta upaya stabilisasi ekonomi.
3. Jepang
Jepang mencatatkan utang pemerintah sebesar US$9,83 triliun atau setara Rp166.127 triliun. Tingginya utang ini mencerminkan defisit anggaran kronis, tantangan demografi akibat populasi menua, serta stimulus fiskal jangka panjang yang terus berlanjut.
4. Inggris
Inggris memiliki utang publik sekitar US$4,09 triliun atau setara Rp69.121 triliun. Beban utang negara ini meningkat secara bertahap akibat belanja fiskal besar, terutama selama pandemi, yang dampaknya masih terasa hingga kini.
5. Prancis
Prancis berada di peringkat kelima dengan total utang pemerintah mencapai US$3,92 triliun atau setara Rp66.248 triliun. Kenaikan utang dipengaruhi oleh belanja sosial yang tinggi serta kebijakan fiskal ekspansif.
6. Italia
Italia mencatatkan utang pemerintah sebesar US$3,48 triliun atau setara Rp58.812 triliun. Tingginya utang mencerminkan sejarah panjang pinjaman besar dan pertumbuhan ekonomi yang relatif lemah selama beberapa dekade terakhir.
7. India
India menempati posisi ketujuh dengan utang pemerintah sekitar US$3,36 triliun atau setara Rp56.784 triliun. Meski pertumbuhan ekonomi relatif kuat, kebutuhan pembiayaan pembangunan dan belanja publik membuat utang tetap berada di level tinggi.
8. Jerman
Jerman memiliki utang pemerintah sebesar US$3,23 triliun atau setara Rp54.587 triliun. Angka ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan belanja, termasuk pengeluaran terkait energi dan upaya menjaga stabilitas ekonomi.
9. Kanada
Kanada mencatatkan utang pemerintah sebesar US$2,60 triliun atau setara Rp43.940 triliun. Program dukungan fiskal dan meningkatnya biaya bunga menjadi faktor utama kenaikan utang.
10. Brasil
Brasil melengkapi daftar 10 besar dengan utang pemerintah mencapai US$2,06 triliun atau setara Rp34.814 triliun. Defisit anggaran dan belanja sosial menjadi pendorong utama tingginya kewajiban fiskal negara ini.
Itu dia daftar 10 negara dengan utang pemerintah terbesar di dunia berdasarkan data IMF. Angka-angka tersebut memberi gambaran seberapa besar porsi utang global ditopang oleh negara-negara ekonomi utama saat ini.