Konsep "Twin City" Bogor Barat dan Timur serta Alasan di Baliknya...

Bogor, Kota Bogor, twin city bogor, perencanaan kota bogor, perencanaan tata ruang bogor, perencanaan tata ruang kota bogor, Konsep

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat tengah menyiapkan pembangunan dua pusat perkotaan baru di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerataan pelayanan publik sekaligus fondasi jangka panjang menuju calon daerah otonomi baru (DOB).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menyatakan, kebijakan tersebut akan terus berjalan tanpa harus menunggu pencabutan moratorium pemekaran DOB oleh pemerintah pusat.

“Pak Bupati menekankan bahwa sarana dan prasarana harus disiapkan sejak sekarang. Infrastruktur untuk pusat perkotaan baru tidak akan menunggu moratorium dicabut,” ujar Bambam kepada usai rapat bersama anggota DPRD di Cibinong, Jumat (24/10/2025) petang.

Menurut Bambam, dengan luas wilayah yang mencakup 40 kecamatan, pelayanan publik di Kabupaten Bogor tidak bisa lagi bergantung pada satu pusat pemerintahan di Cibinong.

Warga yang tinggal jauh, seperti di Jasinga dan Cigudeg, harus menempuh perjalanan 5–6 jam untuk mengakses layanan pemerintahan.

“Pemkab berkewajiban membangun daerah pertumbuhan atau kota baru guna melayani masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan Cibinong,” katanya.

Twin City Cigudeg dan Jonggol-Sukamakmur

Bogor, Kota Bogor, twin city bogor, perencanaan kota bogor, perencanaan tata ruang bogor, perencanaan tata ruang kota bogor, Konsep

Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar rapat percepatan pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur jalan. Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi di Ruang Wakil Bupati Bogor, Cibinong pada Jumat (17/10/25).

Pemerintah telah menetapkan dua kawasan prioritas untuk dikembangkan, yaitu Cigudeg di wilayah barat dan Jonggol–Sukamakmur di bagian timur.

Keduanya dirancang sebagai kota kembar (twin city) dengan karakter ekonomi yang berbeda namun saling terhubung.

Bogor Barat diarahkan menjadi kawasan berbasis wisata alam dan geopark, sementara Bogor Timur dikembangkan sebagai kota pertanian modern (agriculture city) yang terhubung dengan kawasan industri di timur Jabodetabek.

“Kami sudah mengidentifikasi wilayah-wilayah mana saja yang secara layak dan bisa dikembangkan menjadi wilayah perkotaan baru,” katanya lagi.

Pemkab Bogor juga menggandeng Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia dalam penyusunan kajian teknis agar pengembangan kota baru mengikuti prinsip perencanaan kota yang baik dan berkelanjutan.

Atasi ketimpangan dan efisiensi pelayanan

Sementara itu, Ketua IAP Indonesia, Hendricus Andy Simarmata, menilai pembentukan pusat kota baru sangat penting untuk mengatasi ketimpangan pelayanan dan pertumbuhan wilayah yang selama ini berkembang tanpa arah.

“Bayangkan dari Jasinga harus dilayani di Cibinong. Jaraknya bisa 5–6 jam, sama seperti kita Jakarta ke Yogyakarta. Ini tidak efisien bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip , Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan, dengan dua pusat kota baru, pelayanan pemerintahan dapat lebih dekat dengan warga, sekaligus menghindari pertumbuhan kawasan yang semrawut seperti kota lama.

“Dengan atau tanpa DOB, Kabupaten Bogor harus membagi wilayah karena kalau semuanya dilayani dari Cibinong, itu tidak efisien dan masyarakat di wilayah jauh tidak terlayani optimal,” katanya.

Menurut Andy, kawasan barat memiliki potensi ekonomi dari wisata alam dan geopark, sedangkan timur bisa tumbuh dengan sektor pertanian modern, konektivitas industri, dan investasi properti.

“Dengan adanya pusat pemerintahan atau kota baru, ke depan semua harus efisien, hemat lahan, terjangkau, serta memiliki mesin ekonomi yang jelas,” tambahnya.

Fondasi jangka panjang DOB Bogor Barat dan Timur

Pembangunan pusat perkotaan baru ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju pembentukan daerah otonomi baru Bogor Barat dan Bogor Timur.

Meski moratorium DOB masih berlaku, Pemkab Bogor memastikan perencanaan tetap berjalan agar infrastruktur dasar, ruang pelayanan publik, dan sistem tata kota siap ketika pemekaran disetujui pemerintah pusat.

Pemkab Bogor berharap ketimpangan ekonomi antarwilayah dapat ditekan dan setiap kawasan memiliki motor penggerak ekonomi sesuai potensi lokalnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.