Tinggal di Negara Orang, Bisa Daftar Jadi Tentara di Sana?

VIVA Militer: Ilustrasi militer.
VIVA Militer: Ilustrasi militer.

  Belakangan ini di media sosial banyak video mengulas tentang sejumlah warga negara asing bisa menjadi tentara militer di negara lain. Namun pertanyaan yang muncul setelahnya adalah bisakah seseorang warga negara asing mendaftar sebagai tentara atau militer di negara lain? 

Melansir dari berbagai sumber, warga negara asing ternyata memiliki kemungkinan untuk mendaftar sebagai tentara militer di negara lain. Tetapi prosesnya jarang mudah dan sepenuhnya bergantung pada hukum serta kebijakan negara yang bersangkutan. 

Sebagian besar negara membatasi dinas militer hanya untuk warganya sendiri. Namun demikian, ada beberapa negara yang membuka peluang bagi warga asing, baik melalui satuan khusus, persyaratan izin tinggal yang lebih longgar, maupun dalam kasus tertentu rekrutmen terbuka bagi nonwarga negara tersebut.

Berikut adalah daftar negara yang membuka rekrutmen militer bagi warga negara asing lengkap dengan peluang dan jalur menuju kewarganegaraan seperti dilansir dari laman wionews, Minggu 18 Januari 2026. 

1. Prancis – Legiun Asing Prancis (French Foreign Legion)

Legiun Asing Prancis dikenal luas karena menerima anggota dari berbagai negara tanpa memandang kewarganegaraan. Para pelamar bahkan diperbolehkan mendaftar dengan identitas samaran dan tidak diwajibkan bisa berbahasa Prancis di awal.

Setelah melewati masa percobaan, mereka dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan Prancis. Keunikan inilah yang membuat Legiun Asing menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin memulai hidup baru.

2. Amerika Serikat – Military Accessions Vital To National Interest (MAVNI)

Amerika Serikat memiliki program seperti MAVNI yang memungkinkan imigran legal dengan keahlian khusus misalnya di bidang medis atau penguasaan bahasa tertentu untuk bergabung dengan militer.

Sebagai imbalannya, mereka berpeluang mendapatkan proses kewarganegaraan yang lebih cepat. Namun, program ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan imigrasi dan kebutuhan keamanan nasional.

3. Rusia – Dinas Militer untuk Migran

Rusia sejak lama merekrut warga negara asing, terutama dari kawasan Asia Tengah, untuk bertugas di militernya. Pada tahun 2022, Presiden Vladimir Putin menandatangani dekret yang mempercepat pemberian kewarganegaraan bagi warga asing yang mendaftar dan terlibat langsung dalam operasi militer. Kebijakan ini bertujuan untuk menambah jumlah pasukan di tengah konflik yang sedang berlangsung.

4. Israel – Program Mahal dan Garin Tzabar

Israel menawarkan kesempatan dinas militer bagi orang Yahudi serta individu yang memiliki setidaknya satu kakek atau nenek Yahudi melalui program Mahal dan Garin Tzabar. Program-program ini memungkinkan warga Yahudi diaspora untuk bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sekaligus berintegrasi ke dalam masyarakat Israel.

5. India – Rekrutmen Warga Negara Asing

India memperbolehkan warga negara Nepal dan Bhutan, serta individu keturunan India dari negara-negara tertentu, untuk bergabung dengan angkatan bersenjatanya. Kebijakan ini bertujuan mempererat hubungan dengan negara tetangga dan menjaga stabilitas keamanan kawasan.

6. Irlandia – Rekrutmen Angkatan Pertahanan

Irlandia membuka kesempatan bergabung dengan Angkatan Pertahanan bagi warga negara Kawasan Ekonomi Eropa (EEA) serta individu yang telah tinggal di Irlandia selama minimal lima tahun. Pendekatan yang inklusif ini membantu Irlandia mempertahankan kekuatan militer yang beragam dan profesional.