Diterpa Isu Suap hingga Pencucian Uang, Raffi Ahmad Tidak Akan Mundur dari Pemerintahan

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad (kedua kanan)
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad (kedua kanan)

Raffi Ahmad menegaskan dirinya tidak akan mundur dari pemerintahan meski kerap dituduh terlibat kasus hukum.

Seperti diketahui, Raffi sempat menjadi perbincangan usai diduga terlibat tindak pidana pencucian uang. Belakangan, namanya kembali disebut-sebut dalam kasus dugaan suap impor barang yang menyeret Blueray Cargo dan sejumlah oknum Bea Cukai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Raffi Ahmad menegaskan dirinya tidak kapok terlibat dalam pemerintahan maupun politik. Ia mengaku telah memahami berbagai risiko yang akan muncul sejak memutuskan mengambil jalan tersebut.

"Hidup itu adalah pilihan. Setiap langkah yang saya pilih saya sudah tahu konsekuensinya A B C D E F G," kata Raffi Ahmad saat menggelar jumpa pers bersama pengacaranya, Hotman Paris di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 11 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, suami Nagita Slavina tersebut juga menyinggung perjalanan hidupnya yang menurutnya telah ditempa berbagai tantangan sejak usia muda.

"Saya sebagai laki-laki jantan yang sudah diterpa, saya dari kecil hidup sendiri, ayah saya sudah meninggal, saya membesarkan adik-adik saya sama ibu saya," katanya.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu mengatakan, setiap orang akan menghadapi berbagai fase kehidupan, mulai dari pujian hingga menerima tudingan yang tidak menyenangkan.

Menurut Raffi Ahmad, pengalaman tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidup seseorang.

"Hidup itu kadang kita bahagia, kadang kita senang, kadang kita dipuji, kadang kita difitnah. Itu adalah bagian dari kehidupan kita," ucapnya.

Ia berpegang pada prinsip untuk tidak merasa gentar selama tidak melakukan kesalahan. Ia juga mengaku terbiasa memaafkan pihak-pihak yang menyebarkan kabar negatif tentang dirinya, bahkan sebelum permintaan maaf disampaikan.

"Satu hal, kalau kita tidak salah kita tidak perlu takut. Kedua, ibu saya selalu bilang, saat ada orang yang jahat sama kita, saat ada orang yang memfitnah sama kita, kalau itu tidak benar pun sebelum mereka minta maaf saya sudah memaafkan mereka duluan," tutur Raffi.

Meski demikian, Raffi mengakui kondisi yang dihadapinya saat ini berbeda dibanding ketika dirinya hanya berprofesi sebagai artis dan pengusaha.

Menurut dia, status sebagai pejabat publik membuat setiap tuduhan yang beredar harus segera dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan dampak terhadap institusi.

Karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi yang tegas terhadap berbagai isu yang menyeret namanya dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi karena ini saya sudah ada di dalam pemerintahan dan ada di satu lembaga instansi negara, rasa-rasanya ini harus di-clearkan dengan jawaban yang setegas-tegasnya," tutur Raffi Ahmad.

Dia menegaskan bahwa berbagai tuduhan tidak akan mengubah komitmennya untuk tetap menjalankan tugas di pemerintahan serta menjaga kepercayaan publik.