Toyota Ajak Generasi Muda Lestarikan Lingkungan
Toyota Eco Youth (TEY) Jelajah Nusantara di Toraja Utara resmi digelar, wadah untuk menggali potensi pelajar lewat pengembangan ide inovatif berbasis lingkungan.
Diselenggarakan oleh Toyota Indonesia, manufaktur tersebut berkolaborasi dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Rantepao dan sejumlah sekolah di area itu.
TEY Jelajah Nusantara merupakan satu program Corporate Social Responsibility (CSR), fokus utama nya pelestarian lingkungan berbasis kompetisi inovasi proyek lingkungan.
Pertama kali digelar pada 2005, kegiatan tersebut dapat diikuti oleh siswa SMA dan sederajat di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam prosesnya, Toyota mendorong keterlibatan siswa untuk mengidentifikasi tantangan lingkungan sesuai daerah mereka.
Toraja jadi salah satu wilayah pilihan karena memiliki kekayaan potensi lokal yang erat dengan keberlanjutan lingkungan.
“Kehadiran TEY Jelajah Nusantara sebagai sebuah program inisiatif menjadi langkah
strategis dalam menjangkau wilayah dengan potensi besar yang belum terakses secara
Optimal,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam siaran resmi, dikutip Kamis (16/04).
Lebih lanjut dijelaskan, TEY Jelajah Nusantara diharapkan menjadi tempat lahirnya diskusi dan solusi relevan terkait permasalahan lingkungan.
Solusi itu kemudian digodok bersama untuk direalisasikan menjadi ide inovatif. Tidak hanya di tingkat lokal tetapi lebih luas lagi.
Selama lebih dari dua dekade, TEY Jelajah Nusantara sudah menggandeng 2.083 sekolah dari 34 provinsi. Secara total, ada 9.972 ide proyek lingkungan dilombakan.

Ini menjadi bukti nyata potensi generasi muda Tanah Air dalam merumuskan solusi terhadap berbagai permasalahan serta kebutuhan lingkungan di setiap daerah.
Kegiatan CSR ini sejalan dengan peta jalan elektrifikasi mereka di dalam negeri dan upaya mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan, lewat variasi line up harga kompetitif.
“Toyota Indonesia terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada tiga pilar utama, lingkungan, pendidikan, dan pengembangan masyarakat untuk menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” tegas Nandi.