Iran Sebut Blokade Selat Hormuz Jadi Penghalang Utama Negosiasi dengan AS
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan tindakan blokade di Selat Hormuz, serta ancaman yang dilakukan Amerika Serikat (AS) menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.
Padahal, kata Pezeshkian, Iran selalu membuka diri dan menyambut baik adanya dialog hingga kesepakatan.
“Iran selalu menyambut dan terus membuka diri terhadap dialog dan kesepakatan. Namun, itikad buruk, pengepungan, dan ancaman merupakan penghalang utama bagi negosiasi yang tulus. Dunia menyaksikan retorika kosong yang penuh kemunafikan serta kontradiksi antara klaim dan tindakan,” tulis Pezeshkian di media sosial X, dilansir dari ANTARA, Kamis, 23 April 2026.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Kapal-kapal tertahan di Selat Hormuz
Eskalasi konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga turut mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil.
Meski tidak ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti