Xi Jinping Desak Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka di Tengah Blokade AS

VIVA Militer: Presiden China, Xi Jinping
VIVA Militer: Presiden China, Xi Jinping

 Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan agar jalur pelayaran normal melalui Selat Hormuz tetap dipertahankan. Seruan itu disampaikan dalam percakapan telepon, Senin, 20 April 2026, dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, di tengah meningkatnya upaya Beijing untuk membantu mengakhiri perang Iran.

Tiongkok menyatakan keprihatinan atas ketidakstabilan yang kembali terjadi di sekitar jalur perairan strategis tersebut. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali tertekan setelah AS menyita kapal kargo Iran, sementara Teheran memberi sinyal tidak akan bergabung dalam pembicaraan perdamaian baru untuk sementara waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai pembeli utama minyak mentah Iran, Beijing memiliki kepentingan langsung terhadap kelancaran pelayaran di kawasan itu. Sejak pecah perang pada Februari lalu yang melibatkan AS dan Israel, Iran sebagian besar menutup selat tersebut bagi kapal selain miliknya sendiri. Di sisi lain, Washington memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran sejak pekan lalu.

Dikutip kantor berita negara Xinhua, Xi menegaskan bahwa Tiongkok mendorong gencatan senjata segera dan komprehensif serta penyelesaian konflik Timur Tengah melalui jalur politik dan diplomatik.

"Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk jalur pelayaran normal, karena ini melayani kepentingan bersama negara-negara regional dan komunitas internasional," kata Xi kepada pemimpin Saudi tersebut.

Kekhawatiran atas keberlangsungan gencatan senjata meningkat setelah penyitaan kapal Iran oleh AS. Presiden Donald Trump sebelumnya sempat memuji peran Beijing dalam membantu Iran dalam negosiasi terdahulu dengan Washington di Pakistan.

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan keprihatinan atas apa yang disebutnya sebagai "pencegatan paksa" oleh AS terhadap kapal Iran, sembari mendesak semua pihak mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Percakapan Xi dengan Mohammed bin Salman juga menyusul pertemuan di Beijing pekan lalu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, di mana Xi kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional.

Xi menegaskan kepada pemimpin Saudi bahwa Tiongkok mendukung negara-negara Timur Tengah untuk menentukan masa depan mereka sendiri, dengan menjadikan rumah bersama demi terciptanya perdamaian dan stabilitas kawasan. 

"Tiongkok mendukung negara-negara di kawasan dalam membangun rumah bersama yang ditandai dengan hubungan bertetangga yang baik, pembangunan, keamanan, dan kerja sama, menguasai masa depan dan takdir mereka sendiri, serta mempromosikan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut," ujar Xi

Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengapresiasi hubungan Saudi-Tiongkok bersifat strategis dan menekankan pentingnya pengembangan hubungan dengan Tiongkok bagi Saudi. Ia mencatat bahwa konflik saat ini di Timur Tengah mengancam keamanan negara-negara Teluk dan sangat berdampak pada pasokan energi global dan operasi ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Arab Saudi berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan dan perbedaan melalui dialog, berharap dapat mencegah situasi tersebut memburuk," ujar MBS seraya  menambahkan bahwa Tiongkok, sebagai negara besar yang bertanggung jawab, secara konsisten menjunjung tinggi keadilan dan mendukung hubungan bertetangga yang baik, dialog, dan kerja sama antar negara di Timur Tengah.

"Arab Saudi bersedia meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan China untuk menjaga gencatan senjata saat ini, mencegah munculnya kembali konflik, memastikan navigasi yang aman dan bebas melalui Selat Hormuz, dan bersama-sama mencari cara untuk mencapai perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut," kata Mohammed.