Top 8+ Jenis Tahu Populer di Indonesia, Mana yang Paling Sering Kamu Makan?
Tahu jadi bahan makanan serbaguna yang bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat dari gorengan sederhana sampai masakan berkuah khas Asia. Namun, tidak semua tahu sama.
Setiap jenis tahu punya tekstur, rasa, dan cara pengolahan berbeda yang memengaruhi hasil akhir masakan.
Kadang pembeli bingung membedakan mana tahu putih, tahu sutera, atau tahu kuning.
Dalam artikel ini, kamu akan mengenal 8 jenis tahu yang umum dijual di Indonesia, lengkap dengan karakteristik dan penggunaannya agar tak salah pilih saat memasak di rumah, dari buku "Berwirausaha Tahu Skala Rumah Tangga" (2020) oleh Tim Penulis Gerakan Wirausaha Desa terbitan Pustaka Bina Putera.
1. Tahu Putih
Tahu putih merupakan jenis tahu yang paling mudah ditemukan di pasar tradisional. Teksturnya padat dengan pori-pori agak besar dan warna putih alami.
Biasanya dijual dalam wadah berisi air agar tetap segar. Namun, tahu putih hanya bertahan dua hari tanpa pengawet, jadi sebaiknya segera diolah.
Tahu jenis ini cocok untuk tumisan, sayur lodeh, atau digoreng polos dengan sambal kecap.
Tahu kuning Kediri
2. Tahu Kuning
Tahu kuning dikenal juga dengan nama tahu takwa atau tahu Kediri, sesuai daerah asalnya di Jawa Timur.
Warnanya berasal dari pewarna alami kunyit, yang memberi aroma khas dan rasa gurih.
Teksturnya padat, kenyal, dan tidak mudah hancur. Tahu kuning cocok digoreng kering atau dijadikan lauk nasi pecel dan nasi campur.
3. Tahu Goreng
Tahu goreng memiliki pori besar dan tekstur lebih ringan. Setelah digoreng, bagian dalamnya membentuk rongga sehingga terasa renyah di luar namun kopong di dalam.
Jenis ini sering disebut juga tahu pong. Cocok untuk camilan, pelengkap soto, atau disajikan dengan bumbu kacang seperti tahu gejrot dan kupat tahu.
Ilustrasi martabak tahu kulit lumpia yang praktis untuk gorengan di rumah.
4. Tahu Kulit
Jenis tahu ini paling dikenal dalam bentuk tahu Sumedang. Kulitnya kecokelatan dan sedikit berkerut, sedangkan bagian dalamnya berongga.
Tahu kulit biasanya dijual dalam keadaan matang dan siap santap tanpa perlu digoreng ulang. Kini, variasinya berkembang menjadi tahu bulat yang digoreng dadakan dan populer sebagai jajanan kaki lima.
5. Tahu Sutera (Tofu)
Dikenal juga sebagai tofu, tahu sutera memiliki tekstur sangat halus dan lembut. Biasanya dikemas dalam plastik kedap udara dan dijual segar.
Ada pula varian seperti egg tofu (dengan telur) dan shrimp tofu (dengan udang). Karena mudah hancur, tofu perlu ditangani hati-hati saat dimasak. Gunakan api sedang dan hindari sering membalik saat menggoreng.
Ilustrasi tahu susu
6. Tahu Susu
Tahu susu dibuat dari proses penggumpalan susu menggunakan bahan asam seperti cuka atau perasan lemon.
Teksturnya lebih padat dari tahu air dan rasanya gurih alami. Selain untuk gorengan, tahu susu cocok digunakan sebagai bahan panggang, seperti topping pizza atau campuran salad. Jenis ini populer di daerah dataran tinggi seperti Lembang dan Batu.
7. Tahu Air
Tahu air memiliki warna putih dan tekstur lembut karena terbuat dari gumpalan susu kedelai yang dipadatkan dengan air. Rasanya gurih dan agak berair.
Cocok untuk masakan berkuah seperti sapo tahu, mapo tahu, atau hidangan Sichuan khas Tiongkok. Biasanya dijual segar tanpa pengawet dan sebaiknya segera diolah agar tidak mudah basi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.