Betrand Peto Beri Peringatan Tegas kepada Karyawan Sarwendah, Ada Apa?

Betrand Peto dan Sarwendah
Betrand Peto dan Sarwendah

Penyanyi Betrand Peto melontarkan peringatan tegas kepada karyawan Sarwendah. Peringatan tersebut disampaikan sebagai respons atas pernyataan yang dinilainya merendahkan Ruben Onsu.

Dalam wawancara yang berlangsung baru-baru ini, pemilik nama panggilan Onyo itu meminta para karyawan Sarwendah untuk tidak menghapus akun media sosial maupun berupaya menghilangkan jejak digital yang pernah mereka tinggalkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang kan udah kayak gini nih yah itu tuh jangan ilangin sosmednya, jangan diprivate sosmednya. Buka kolom komentar TikToknya, IGnya sekarang udah gini. Kalian yang kemarin live yah," kata Onyo dikutip dari saluran YouTube Intens Investigasi dikutip Selasa 9 Juni 2026. 

Selain meminta agar tidak menghilang, Betrand Peto juga berharap agar setelah akun tersebut kembali aktif, ia tidak lagi memprivasi hingga menutup kolom komentar.

"Tolong nih kakak yang sekarang private ayok dibuka lagi karena kan kalian yang jagain bunda," sambung Onyo. 

Penyanyi 21 tahun itu juga ikut merespon terkait dengan seruan boikot yang tengah ramai di media sosial menyusul dengan polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Sebab dia menyakini bahwa pernyataan keras Sarwendah itu lantaran emosinya yang sudah tidak terbendung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau untuk masalah boikot aku nggak setuju. Itu hanya situasi dimana di luar kontrol aja. Mungkin karena emosinya udah nggak kekontrol lagi. Kalau emang bunda udah nggak bisa kontrol lagi emosinya matiin aja livenya biar nggak terjadi kayak gini," kata dia.

Sebelumnya Betrand Peto semapat mengunggah tulisan di Instagram Story miliknya terkait dengan ayahnya yang sering direndahkan oleh orang-orang yang tinggal di rumah sang Bunda. Bahkan orang-orang tersebut tega menjelek-jelekkan Ruben di depan kedua putrinya.

 

"Sering sekali waktu di sana, ayah sering direndahkan dengan kata-kata itu di depanku dan adik-adik. Mereka tak memikirkan perasaan kami, di rumah itu sering sekali mereka dan yang bekerja di sana yang tidak mengenal ayah seolah-olah paling kenal ayah membicarakan kejelekan ayah, di rumah yang ayah bangun dan kami tempati," tulis Betrand Peto saat itu.