Pelajar Jepang Curi 40 Baju di Ubud Bali, Sekolah Minta Maaf

pelajar, Jepang, Ubud, Bali, Pelajar Jepang Curi 40 Baju di Ubud Bali, Sekolah Minta Maaf

Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)  asal Prefektur Kyoto, Jepang, melakukan pencurian pakaian di dua toko di kawasan wisata Ubud, Bali, pada Kamis (4/12/2025).

Insiden terjadi saat rombongan pelajar menjalani perjalanan studi dari 30 November hingga 5 Desember 2025.

Dikutip dari The Japan Times melalui pemberitaan Kompas.com (12/12/2025)  pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan permintaan maaf melalui laman resmi mereka. 

"Pada tanggal 4 Desember, telah dikonfirmasi bahwa beberapa siswa yang berpartisipasi dalam perjalanan studi sekolah kami melakukan pencurian di tempat tujuan," tulis pernyataan resmi Otani, Jumat (12/12/2025).

Video Pencurian Viral di Media Sosial

Insiden ini menjadi sorotan warganet setelah video pencurian beredar luas di media sosial, termasuk di Indonesia. 

Dalam video terlihat sekelompok pelajar laki-laki Jepang memasukkan kaos ke dalam tas dan meninggalkan toko tanpa membayar.

Pihak sekolah menegaskan keseriusan mereka menanggapi kasus ini.

"Sebagai sekolah, kami menanggapi insiden ini dengan sangat serius. Saat ini kami sedang menyelidiki fakta-fakta dengan cermat dan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mengatasi situasi tersebut," tambahnya.

Sekolah juga menekankan dampak serius pencurian terhadap korban dan reputasi warga negara Jepang di luar negeri. 

"Kami menyadari perlunya meninjau kembali praktik bimbingan siswa kami secara serius. Kami akan melaporkan perkembangan dan kebijakan respons setelah mengkonfirmasi situasi tersebut," jelas pihak sekolah.

Lokasi dan Kerugian Pencurian

Rombongan pelajar tersebut melakukan aksi di dua toko pakaian di Jalan Kajeng, Lingkungan Ubud Kelod, Kelurahan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Detik-detik pencurian terekam CCTV dan tersebar luas.

"Dapat diinfokan bahwa WNA tersebut merupakan rombongan pelajar dari negara Jepang," ujar Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

Polisi menyebut para pelaku sudah kembali ke negara asalnya, namun penyelidikan tetap dilakukan. 

"Ya, informasinya mereka sudah di negaranya. Proses lidik tetap jalan sesuai prosedur," kata Suardita.

Kejadian terjadi di toko milik Wayan Ajus pada Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 09.00 Wita.

Berdasarkan keterangan karyawan, Kadek Ramayana, sekitar 20 WNA masuk ke toko untuk membeli baju. 

Tiga orang membeli 15 potong baju melalui transfer, sementara sisanya meninggalkan toko. 

Sekitar pukul 18.00 Wita, pemilik toko mendapati 20 potong baju hilang. Pengecekan di toko lain menunjukkan 20 potong baju juga raib.

"Sehingga total barang yang hilang berjumlah 40 buah baju dengan kerugian material sekitar Rp 3.600.000," jelas Suardita.

Rombongan Turis Jepang di Bali

Hasil penyelidikan awal menunjukkan rombongan pelajar Jepang datang melalui agen perjalanan di Jalan Ngurah Rai, Denpasar.

Rombongan berjumlah 100 orang dan menggunakan empat unit bus pariwisata sejak 1-3 Desember 2025.

Setelah berwisata di Ubud, rombongan langsung kembali ke Jepang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Selanjutnya selesai makan malam sekira pukul 19.00 WITA (saksi supir bus pariwisata) mengantar rombongan tamu Jepang tersebut ke Bandara Internasional Ngurah Rai , untuk pulang ke negaranya,” terang Suardita. 

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Pelajar Jepang Curi Pakaian Saat Studi Tur di Bali, Sekolah Minta Maaf.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang