Kejuaraan Asia BAC 2026: Kunci Sukses Amri/Nita Tikung Ganda Jepang
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, memperlihatkan performa menjanjikan di Kejuaraan Asia 2026.
Kualitas Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah terbukti saat mengandaskan pasangan Jepang, Akira Koga/Natsu Saito, di babak pertama, Selasa (7/4/2026).
Sempat kehilangan momentum di akhir gim pertama, Amri/Nita bangkit menekan lawan dan menang lewat rubber game dengan skor 19-21, 21-16, 22-20.
Amri/Nita tampil ngotot meladeni permainan cepat Koga/Saito. Tak jarang kedua pasangan beradu drive dan pukulan silang nan tipis di depan net.
Khusus Nita patut diacungi jempol karena begitu tenang menggalang pertahanan saat digempur smes Koga/Saito. Pengembalian bolanya juga sangat baik dan jarang tanggung.
Selain itu, kunci kemenangan Amri/Nita keberanian mengubah pola permainan. Tekanan terus dilancarkan di poin kritis, sehingga memaksa lawan melakukan kesalahan sendiri.
"Alhamdulillah selesai bermain tanpa cedera dan diberikan kemenangan," ucap Nita Violina Marwah dalam keterangan tertulis PBSI.
Dikejutkan Pola Koga/Saito
Amri/Nita mengaku sudah mempelajari gaya bermain Koga/Saito sebelum bertanding. Hal ini sejatinya tidak banyak membantu lantaran situasi berubah di lapangan.
"Awal-awal mungkin kami belum tahu polanya karena mereka pasangan baru meskipun sudah nonton (video) sebelumnya," kata Nita.
"Tetap saja di lapangan berbeda. Kami banyak buang-buang poin, tapi di poin-poin akhir kami menemukan pola yang pas."
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, meraih kemenangan di babak pertama Kejuaraan Asia 2026.
"Pola ini berhasil terus. Itulah yang kami gunakan sampai gim ketiga, mau unggul atau ketinggalan coba pakai saja," jelasnya.
Evaluasi Amri/Nita
Menambahkan Nita, Amri Syahnawi merasakan perbedaan antara Akira Koga dengan pasangan Natsu Saito sebelumnya, Hiroki Midorikawa.
Amri/Nita sudah pernah beberapa kali bertemu Midorikawa/Saito, tapi mereka belum punya gambaran setelah Saito berganti pasangan menggandeng Koga.
"Secara teknis permainan hampir sama antara Midorikawa/Saito atau Koga/Saito. Mereka suka mengubah-ubah pola."
"Kadang dipercepat, kadang diperlambat. Hanya Koga lebih sabar sedangkan Midorikawa punya variasi bola atas yang lebih banyak," imbuh Amri Syahnawi.
Berikutnya, Amri/Nita akan menghadapi lawan berat di babak 16 besar Kejuaraan Asia 2026 atau Badminron Asia Championship (BAC).
Mereka bertemu ganda campuran nomor satu dunia sekaligus unggulan pertama BAC 2026, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, Kamis (9/4/2026).
"Besok ada waktu istirahat tapi kami akan gunakan untuk latihan, memperbaiki yang masih kurang."
"Seperti main kecilnya, bola-bola depan untuk lebih berani dan defense balik serangnya diasah lagi," tandas Nita.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang