Kunci Sukses Startup eSIM Airalo Jadi Unicorn: Fokus, Disiplin dan No Drama Skandal

Ilustrasi startup.
Ilustrasi startup.

Sejumlah kasus berprofil tinggi memicu langkah penegakan hukum dan proses yang masih berjalan. Di Indonesia misalnya. Serangkaian skandal yang melibatkan beberapa startup seperti TaniHub, TaniFund, dan terakhir Investree tentu mengguncang kepercayaan investor.

kasus tersebut menyoroti lemahnya tata kelola, transparansi, dan manajemen risiko di sebagian perusahaan rintisan, terutama di sektor teknologi keuangan (fintech) dan teknologi pertanian (agritech).

Akibatnya, investor menjadi lebih berhati-hati dalam menyalurkan pendanaan baru. Sementara pelaku industri dituntut memperkuat aspek kepatuhan dan keberlanjutan bisnis agar kepercayaan pasar dapat pulih.

Antler, investor global untuk startup early-stage (fase pendanaan awal), menilai ekosistem perusahaan rintisan di Asia Tenggara mulai memasuki siklus pertumbuhan lebih sehat. Dengan pondasi yang kian kuat, Indonesia diproyeksikan memimpin pemulihan tahap awal pada 2026.

"Setelah periode rekalibrasi selama dua tahun, kami melihat fase pertumbuhan baru dengan pondasi yang lebih kuat. Hal ini tercermin dari ketahanan makro, standar tata kelola yang lebih tinggi, dan kedisiplinan modal di kalangan founders (pendiri startup)," ungkap Co-Founder and Managing Partner Antler Southeast Asia, Jussi Salovaara.

Ia pun menyoroti data terbaru bahwa aktivitas exit di Asia kembali menggeliat. Menurut KPMG Venture Pulse Q3 2025, nilai initial public offering (IPO) exit di Asia hingga akhir kuartal ketiga telah melampaui total sepanjang tahun lalu.

Di sisi pertumbuhan ekosistem, Airalo, startup yang didukung Antler sejak awal berdiri pada 2018, kini sukses menjadi unicorn terbaru dari Asia Tenggara tahun ini.

“Startup ini menjadi contoh bahwa founder hebat yang membidik pasar global sejak awal bisa membangun bisnis kelas dunia yang berkelanjutan,” tegas dia. Sebagai salah satu investor early-stage paling aktif di dunia dan Asia Tenggara, posisi Antler di garda depan memberi pandangan unik tentang arah perubahan ekosistem.

Optimisme Antler berangkat dari data dan bukti, bukan sekadar sentimen. Berawal dari ide sederhana memudahkan konektivitas global lewat eSIM, Airalo bertumbuh secara bertahap.

Mulai mengejar product-market fit sebelum skala, menjaga unit ekonomi tetap sehat saat ekspansi global, hingga akhirnya berhasil membangun bisnis global yang berkelanjutan dan menjadi unicorn di kawasan Asia Tenggara.

“Airalo membuktikan, membangun bisnis berskala global dari Asia Tenggara sangat mungkin untuk dicapai, dengan disiplin modal, fokus pada pelanggan, dan penyelesaian masalah nyata yang dihadapi pengguna. Kini, tugas founders generasi selanjutnya untuk mengeksekusi lebih jauh dengan standar yang sama,” ungkap Jussi.