Semangat Baru Fajar/Fikri Incar Titik Balik di Kejuaraan Asia 2026

Kejuaraan Asia, All England, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Badminton Asia Championship, PBSI, Semangat Baru Fajar/Fikri Incar Titik Balik di Kejuaraan Asia 2026

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sudah beranjak dari kegagalan di All England 2026 bulan lalu.

Pasangan Indonesia berperingkat paling tinggi di ranking BWF tersebut bertekad memperbaiki performa dalam turnamen terdekat, yakni Kejuaraan Asia 2026.

Harus diakui bahwa hasil mengecewakan di All England 2026 membuat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terpukul. Mereka kandas di babak 16 besar.

Semakin terasa berat karena mereka lagi-lagi gagal menemukan celah melawan junior sendiri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. 

Inilah kekalahan ketiga Fajar/Fikri tanpa sekali pun bisa membalas setelah final Australian Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.

Dari situ, Fajar/Fikri langsung kembali ke Tanah Air dan merapatkan barisan di Pelatnas Cipayung. Total mereka terus berlatih selama tiga pekan terakhir.

Tujuannya tentu saja mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar dapat menemukan kembali bentuk permainan terbaik mereka di Kejuaraan Asia 2026.

Persaingan Ganda Putra Asia 

Adapun Kejuaraan Asia 2026 atau Badminton Asia Championship (BAC) bakal berlangsung di Ningbo, China, pada 7-12 April mendatang.

"Persiapan kami sudah cukup baik ya," kata Fajar Alfian kepada awak media, termasuk KOMPAS.com, di Pelatnas PBSI, Rabu (1/4/2026). 

"Ada jeda waktu 2-3 minggu, jadi kami lebih siap lagi. Tinggal nanti di pertandingan prakteknya," jelas mantan ganda putra nomor satu dunia bareng Rian Ardianto itu.

Kejuaraan Asia, All England, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Badminton Asia Championship, PBSI, Semangat Baru Fajar/Fikri Incar Titik Balik di Kejuaraan Asia 2026

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, bersiap menyambut All England 2026 di Pelatnas PBSI, Senin (23/2/2026).

Fajar Alfian menyadari persaingan ganda putra di level Asia semakin berat. Kualitas merata hampir setiap negara membuat mereka pantang lengah.

"Melihat hasil drawing saya pikir semua punya peluang. Pemain di BAC itu bagus-bagus, jadi kami lebih fokus ke diri sendiri dulu," imbuhnya.

Enggan Terbebani Target

Di Kejuaraan Asia 2026, Fajar/Fikri akan memulai perjalanan dengan menghadapi pasangan Thailand, Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich.

Pertandingan pertama menjadi penentu kelanjutan kiprah Fajar/Fikri. Mereka mengintip peluang berprestasi tinggi sembari mempelajari lawannya satu per satu.

"Soal target pasti semua ingin yang terbaik tapi kami mencoba step by step. Pertama juga lawan Thailand kami juga belum tahu orangnya," ucap Fajar Alfian.

"Jadi, menjelang keberangkatan nanti akan mencoba berdiskusi dengan partner, pelatih, dan tim analis menghadapi lawan-lawan di BAC," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang