Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Anggar Asia Kadet dan Junior 2026
Indonesia kembali mendapat kepercayaan untuk menggelar kejuaraan olahraga internasional, yang kali ini hadir dari olahraga anggar.
Indonesia melalui Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Asia Kadet dan Junior 2026 atau Asian Cadet dan Junior Fencing Championship 2026.
Sebanyak 801 atlet dari 26 negara di Asia dan Oseania berpartisipasi pada kejuaraan yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20-27 Februari 2026.
Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto, mengatakan Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah melalui keputusan Kongres Federasi Anggar Internasional (FIE) dan Federasi Anggar Asia pada Maret 2024 di Uzbekistan.
"Untuk kategori junior sudah dilaksanakan pada Juni 2025 di Bali dan berjalan sukses. Sekarang kita akan menyelenggarakan kejuaraan kadet dan junior di Jakarta,” kata Amir Yanto dalam konferensi pers di JICC, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Indonesia sendiri menurunkan kekuatan penuh dengan menerjunkan 24 atlet di masing-masing kategori, baik kadet maupun junior.
Itu merupakan kuota maksimal yang bisa diturunkan setiap negara di kejuaraan ini pada masing-masing kategori.
Para atlet akan bertanding di tiga nomor, yaitu floret, degen (epee) dan sabel baik individu maupun beregu, untuk putra dan putri.
“Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,” ujar Amir.
Kualifikasi Youth Olympics 2026
Meski menurunkan kuota maksimal, namun Amir tetap realistis dengan tak mematok target kepada para atlet Indonesia di tengah gempuran negara-negara kuat seperti China, Jepang, dan Korea.
Amir hanya berharap perwakilan Indonesia bisa meraih hasil terbaik.
Sebab, Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia kali ini masuk kalender federasi internasional, yang sekaligus kualifikasi menuju Youth Olympic Games 2026 di mana juaranya bisa lolos ke Youth Olympic Games 2026 di Dakar, Senegal.
“Kami realistis, mereka masih mendominasi. Tapi mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,” ucap Amir.
Mengenai persiapan, Amir mengatakan tim Indonesia telah melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang dijaring melalui seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara.
Selain itu, beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih.
“Kami ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,” kata Amir.
Targetkan Medali
Atlet anggar putri Indonesia, Jesyca Emilia
Sementara itu, atlet anggar putri Indonesia Jesyca Emilia, menyatakan kesiapannya tampil maksimal di nomor Epee Putri.
Meski baru tiba di lokasi pertandingan, ia memastikan persiapan yang dilakukan sejauh ini berjalan dengan sangat baik.
“Sejauh ini persiapan sangat baik ya, soalnya kita dari kemarin sore sudah nge-push buat latihan. Memang belum bertemu dengan negara lain karena kita datang larut malam. Tapi, hari ini menurut saya sudah maksimal karena kita bisa sparring sama negara Taiwan, India, UAE, dan lain-lain,” ujar Emilia.
Meskipun berstatus sebagai tuan rumah, tapi tim Indonesia memiliki tantangan yang cukup berat yang hadir tak hanya dari negara-negara pesaing seperti Jepang, China, dan Korea Selatan, tetapi kejuaraan ini digelar tepat di bulan Ramadhan.
Namun, Emilia enggan mempermasalahkan hal tersebut dan tetap menjalankan ibadah puasa.
Untuk target pribadi, Emilia berharap dapat mempersembahkan medali bagi Indonesia berbekal pengalaman meraih medali perunggu di Islamic Solidarity Games (ISG) di Riyadh 2025.
“Targetnya semoga bisa bawa medali, apapun itu, satu, dua, tiga, semoga bisa bawa medali,” ungkap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang