Kejuaraan Anggar Asia Kadet dan Junior 2026 Diapresiasi Sekjen FIE dan Ketum KOI
Penyelenggaraan Kejuaraan Anggar Asia Kadet dan Junior 2026 mendapatkan apresiasi langsung dari Sekjen Federasi Anggar Internasional (FIE), Saidova Gulnora, dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari.
Kejuaraan Anggar Asia Kadet dan Junior 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, telah resmi dibuka pada Jumat (20/2/2026).
Kejuaraan Anggar Asia Kadet dan Junior 2026 ini diikuti 26 negara dengan total peserta mencapai 801 atlet dari Asia dan Oseania.
Pada seremoni pembukaan, Saidova Gulnora secara khusus memuji Indonesia sebagai tuan rumah.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada pemerintah dan Indonesia karena ini adalah pertandingan yang sangat bagus untuk anggar di Asia dan sangat penting," kata Saidova dalam keterangan PB Ikasi, Jumat (20/2/2026).
"Tahun lalu kita melihat kualitas pertandingan dan kemajuan di Indonesia sangat cepat. Kejuaraan ini menunjukkan bahwa Indonesia benar-benar mampu mengatur pertandingan dengan sangat baik,” tuturnya.
Saidova menilai kejuaraan ini memiliki arti penting bagi generasi muda. Semakin banyak atlet yang terlibat menjadi indikator pertumbuhan positif olahraga anggar di Indonesia dan Asia.
“Kualitasnya sangat tinggi dengan hospitality yang luar biasa. Banyak atlet yang menyatakan senang berada di sini. Saya berharap kita akan melihat bintang baru dari Indonesia lahir melalui kejuaraan ini,” ucap dia.
Indikator Perkembangan Anggar Nasional
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, menilai penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi momentum positif bagi perkembangan anggar di Indonesia.
“Saya menyaksikan 26 negara dan 801 atlet berpartisipasi di kegiatan yang dilakukan di awal Ramadhan ini," kata Oktohari.
"Penyelenggaraannya tentu tidak mudah, namun berkat kerja sama semua pihak, di bawah kepemimpinan Pak Amir dan dukungan seluruh tim, tantangan tersebut dapat dijawab dengan hasil yang kita saksikan hari ini,” ungkap dia.
Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah.
“Dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, saya menyambut kehadiran Anda semua dalam pembukaan Asian Cadet dan Junior Fencing Championship 2026 di Jakarta, Ibu Kota Negara Indonesia yang bukan hanya kota metropolitan, tapi juga penuh semangat dan harmoni,” kata Amir Yanto.
Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian penting dari visi pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga, khususnya cabang olahraga anggar.
“Fencing bukan hanya soal teknik dan strategi, tapi juga etika dan kehormatan. Melalui kejuaraan ini, kita tidak hanya menumbuhkan prestasi, tetapi juga membangun hubungan internasional yang lebih kuat,” ujar Amir.
Bidik Prestasi Terbaik
Amir juga berpesan kepada seluruh atlet agar bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Bawalah pulang pengalaman berharga dan tunjukkan bahwa olahraga anggar adalah olahraga yang menjunjung tinggi kehormatan, bukan hanya untuk mengejar kemenangan,” tegas Amir.
Seremoni pembukaan diawali dengan pertunjukan budaya tari khas Betawi. Selanjutnya parade peserta dari semua negara, dimulai Afghanistan hingga Indonesia.
Kejuaraan kali ini mempertandingkan tiga nomor, yaitu floret, degen (epee) dan sabel, baik individu maupun kelompok untuk putra dan putri.
Sebagai tuan rumah, Indonesia membidik hasil maksimal. Pasalnya, ajang ini termasuk kalender federasi sebagai kualifikasi Youth Olympic Games Dakar 2026.
China Raih 2 Emas
Di hari pertama Kejuaraan Anggar Asia Kadet dan Junior 2026, China sudah mengantongi 2 medali emas dan Hongkong mendapat 1 medali emas.
Medali emas pertama China disumbangkan Lin Youlong dari nomor foil (floret) individu kadet putra. Medali perak direbut Ho Sing Him Harris (Hong Kong), sedangkan medali perunggu direbut Zou Tianyi (China) dan Wasashi Maeda (Jepang).
Medali emas kedua China disumbangkan Wang Xinyu dari nomor Epe (degen) individu kadet putri.
Medali perak direbut Lee Laena (Korea) sedangkan medali perunggu diraih Cho Eunhyo (Korea) dan Lim Xiao Xuan Jade (Singapura).
Medali emas Hong Kong disumbangkan Yukit dari nomor Sabre (Sabel) individu kadet putri. Medali perak direbut Li Wanxuan (China) sedangkan medali perunggu masing-masing diraih Jeon Yuyu (Korea) dan Djamirze Zara (Australia).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang