Tasya Farasya Beberkan Kunci Sukses Bertahan di Industri Kecantikan yang Kompetitif

tasya farasya, mother of pearl, mother of pearl anniversary, mop anniversary, mempertahankan bisnis makeup di tengah industri kecantikan, Tasya Farasya Beberkan Kunci Sukses Bertahan di Industri Kecantikan yang Kompetitif

Empat tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah brand lokal untuk bertahan, sekaligus berkembang di industri kecantikan yang penuh persaingan.

Hal itu berhasil dibuktikan oleh Mother of Pearl (MOP), brand kecantikan yang didirikan oleh beauty influencer sekaligus entrepreneur Tasya Farasya.

Melalui Mother of Pearl (MOP), ia menegaskan bahwa makeup bukan sekadar tren yang datang dan pergi, melainkan ruang untuk mengekspresikan diri dan menciptakan pemberdayaan.

“Kita harus punya brand identity yang kuat. Perlu menyesuaikan dengan tren, tapi jangan terbawa tren, karena kalau kita terlalu ngikutin tren, kita akan terlihat sama. Seperti pasir di pinggir pantai, yang enggak kelihatan bedanya.”

Hal itu ia ungkapkan saat ditemui di acara perayaan ulang tahun keempat bertajuk “Mother of Pearl 4th Anniversary: Empowering Beauty #MOPFOURtune” di MGP Space, SCBD Park, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Antara Idealisme dan Kebutuhan Konsumen

Empat tahun perjalanan MOP, diakui Tasya tidak selalu mulus. Menurutnya banyak tantangan yang dihadapi. Salah satunya, ia harus menjaga keseimbangan antara idealisme sebagai founder dan kebutuhan konsumen.

“Aku harus menurunkan idealisme dan mendengarkan apa keinginan konsumen. Tapi di sisi lain, brand identity MOP adalah diri aku sendiri. Jadi, aku juga tetap harus menjaga prinsip. Jalan tengahnya, bagaimana menjaga kualitas produk tetap tinggi dengan harga terjangkau,” tuturnya.

Filosofi Empowering Beauty

Meski penuh dinamika, MOP mampu berdiri tegak di tengah persaingan. Bukan hanya karena inovasi produk, tetapi juga filosofi yang melekat kuat pada brand, yakni Empowering Beauty.

Filosofi ini menekankan bahwa kecantikan bukanlah sekadar tampilan luar, melainkan keberanian untuk menerima diri dan menjadi versi terbaik diri sendiri.

Menariknya lagi, di tengah gempuran tren yang silih berganti, Tasya punya pandangan berbeda. Menurutnya, tidak ada satu tren tunggal yang mendefinisikan industri makeup.

“Tren makeup itu enggak pernah ada patokannya, karena semua orang punya selera masing-masing. Semua aliran pasti punya trennya sendiri dan ada pengikutnya. MOP bisa memfasilitasi tren apa pun yang kalian inginkan,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus mencerminkan fleksibilitas MOP dalam menghadirkan produk. Brand ini tidak hanya merespons tren, tetapi seakan juga memberi ruang bagi setiap konsumen untuk mengekspresikan keunikan mereka.

Tahun ini, perayaan empat tahun MOP bukan sekadar pesta ulang tahun, melainkan simbol transformasi dan konsistensi.

Tasya menegaskan, empat tahun adalah perjalanan yang luar biasa, penuh tantangan, pembelajaran, tapi juga penuh dengan dukungan dari para pencinta makeup yang selalu percaya dengan MOP.

“Tahun ini, kami merayakan bukan hanya dengan selebrasi, tapi juga dengan membawa pesan penting tentang empowerment, sustainability, and inclusivity. Karena MOP selalu percaya bahwa empowerment itu harus inklusif. Kami yakin bahwa kreativitas tidak mengenal batas,” jelas Tasya.

Perayaan Empat Tahun Perjalanan MOP

Kompetisi MUA dari Kota ke Kota

Salah satu sorotan utama perayaan empat tahun MOP adalah Grand Finale MUA Competition Tour 2025.

Setelah melewati rangkaian seleksi di empat kota besar—Jakarta, Surabaya, Bali, dan Bandung—delapan finalis terbaik hadir di panggung puncak, memperebutkan gelar juara.

MOP Beauty bukan hanya menghadirkan panggung bergengsi, tetapi juga memberangkatkan para finalis langsung dari kota asal mereka, memastikan kesempatan yang setara bagi semua peserta.

Pemenang utama berhak membawa pulang hadiah Rp15.000.000 sekaligus tampil di kanal YouTube Tasya Farasya dalam program MUA Hits. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen MOP dalam membuka ruang bagi talenta baru untuk berkembang di industri kecantikan.

Panggung Inspiratif untuk Keberlanjutan

Selain kompetisi, panggung perayaan ini juga menjadi ruang refleksi tentang isu keberlanjutan yang melekat dalam DNA brand.

Ernest C. Layman, Co-founder & CEO Rekosistem, hadir membahas sustainable beauty dan memaparkan capaian program MOP Waste Station.

Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program ini telah mengumpulkan 15 ton sampah -- melampaui target awal sebesar 14,3 ton per tahun.

Tak berhenti di situ, MOP juga menghadirkan inisiatif inklusif melalui kolaborasi folded bag edisi anniversary bersama empat ilustrator Teman Tuli, yakni Atalla, Cathrin, Shika, dan Dewa dengan dukungan Silang.id.

Ilustrasi karya mereka diangkat dalam produk edisi khusus, memperlihatkan bahwa Empowering Beauty adalah tentang merangkul keberagaman dan memberi ruang bagi semua orang untuk bersuara lewat kreativitas.

Malam Apresiasi

Selain fashion show karya finalis MUA Competition Tour, serta penampilan spesial diva Indonesia Titi DJ, malam perayaan empat tahun anniversary MOP juga ditutup dengan apresiasi gaya melalui Best Dress of the Night, di mana pemenang berhak membawa pulang Bamboo Mother of Pearl Diamond Ring, hasil kolaborasi istimewa antara Passion Jewelry dan Tasya Farasya.

Selama empat tahun perjalanannya, Mother of Pearl bukan hanya sebagai brand kosmetik, tapi juga hadir sebagai simbol gerakan, dengan merangkul keberagaman, memberdayakan, dan mengingatkan bahwa kecantikan sejati lahir dari keberanian untuk tampil autentik.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.