Presiden Napoli Disebut akan Izinkan Antonio Conte Latih Timnas Italia
Spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan Timnas Italia terus berkembang usai kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
Nama pelatih Napoli, Antonio Conte, kini mencuat sebagai kandidat terdepan untuk kembali menangani Timnas Italia.
Laporan dari La Gazzetta dello Sport mengungkapkan bahwa Antonio Conte sangat tertarik untuk melakoni periode keduanya bersama tim nasional.
Meski saat ini masih terikat kontrak dengan Napoli hingga Juni 2027, Napoli dikabarkan tidak akan keberatan jika Antonio Conte memilih hengkang untuk memenuhi panggilan negara.
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, disebut-sebut siap memberikan restu bagi pelatih berusia 56 tahun tersebut untuk merapat ke federasi.
Persetujuan dari Aurelio De Laurentiis diyakini tidak akan menjadi kendala besar, terutama jika Giovanni Malago nantinya terpilih sebagai Presiden FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) yang baru.
Sejauh ini, struktur kepemimpinan federasi masih menunggu hasil pemilihan yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026.
Sembari menunggu pelatih tetap, posisi nahkoda sementara kemungkinan besar akan dipercayakan kepada Silvio Baldini untuk memimpin laga persahabatan di bulan Juni.
Penunjukan suksesor tetap diprediksi baru akan dilakukan pada akhir Juni atau awal Juli.
Analisis Kekecewaan Alessandro Del Piero
Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk legenda hidup Alessandro Del Piero.
Mantan kapten Juventus tersebut melihat adanya rasa frustrasi yang mendalam di tubuh tim nasional dan federasi.
"Sayangnya, apa yang saya rasakan akhir-akhir ini adalah banyak perasaan negatif, mulai dari kesedihan hingga kemarahan yang terpancar dari kita semua yang telah menempuh jalan ini, serta kekecewaan dan ketidakpercayaan," ujar Del Piero dilansir dari Goal Internasional.
"Tersingkir dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut juga memalukan, dan kita juga harus melihat semua yang ada di baliknya. Sayangnya, kita sangat jauh dari standar diri sendiri."
Mantan pemain sepak bola Italia Alessandro Del Piero sebelum menyaksikan pertandingan sepak bola Liga Champions antara Juventus vs Benfica di Stadion Allianz di Turin, Italia, pada 29 Januari 2025. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)
"Banyak hal yang perlu ditangani, tidak hanya yang berkaitan dengan presiden FIGC, tetapi menurut saya saat ini kita sangat jauh dari solusi," imbuh Del Piero.
Tragedi Zenica dan Harapan pada Conte
Langkah Italia terhenti secara menyakitkan setelah kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia-Herzegovina dalam laga playoff di Stadion Bilino Polje, Zenica.
Sempat memimpin lewat gol Moise Kean, kartu merah Alessandro Bastoni mengubah arah permainan hingga akhirnya laga berakhir imbang 1-1 di waktu normal.
Kegagalan eksekusi penalti dari Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante memastikan Italia kembali absen di panggung dunia.
Melihat kondisi yang tengah terpuruk, Alessandro Del Piero menilai sosok Antonio Conte adalah opsi terbaik.
Catatan impresif 14 kemenangan dari 24 pertandingan menjadi bukti kualitas yang dibutuhkan saat ini.
"Dia memiliki semua kualitas untuk menjadi calon pelatih baru; dia jelas merupakan kandidat yang potensial," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang