Arteta Disebut Salah Fatal Mainkan Kepa Saat Arsenal Dibekuk Man City
Keputusan pelatih Mikel Arteta memainkan Kepa Arrizabalaga sebagai starter dalam final Carabao Cup atau Piala Liga Inggris mendapatkan kritik.
Sebab, Arsenal asuhan Arteta kalah 0-2 dari Manchester City dalam partai final Piala Liga Inggris di Stadion Wembley, pada Minggu (22/3/2026).
Kesalahan Kepa menjadi titik balik pertandingan, saat ia gagal mengantisipasi umpan silang Rayan Cherki.
Antisipasi tak sempurna Kepa jadi jalan Nico O'Reilly untuk mencetak gol pembuka Manchester City pada menit ke-60.
Pengamat sepak bola sekaligus legenda Liverpool, Jamie Redknapp menilai keputusan Arteta memainkan Kepa sebagai kesalahan besar.
“Itu keputusan yang sangat besar dampaknya. Kepa bukan kiper selevel David Raya, itulah mengapa dia menjadi pilihan kedua,” ujar Redknapp, dilansir dari Sky Sports.
Keputusan Mainkan Kiper Kedua Tuai Sorotan
Keputusan itu dinilai tidak tepat mengingat pentingnya laga final Carabao Cup ini bagi The Gunners.
“Jadi kenapa, dalam final kompetisi piala bergengsi saat Anda mencoba memastikan kemenangan dan sudah lama tidak meraih trofi, Anda memutuskan untuk memainkannya? Anda harus bertanggung jawab atas itu. Itu adalah kesalahan yang sangat besar.”
Legenda Arsenal, Ian Wright, juga menilai keputusan tersebut sebagai sebuah perjudian yang tidak berhasil.
“Risikonya tidak sebanding. Kesalahan itu terlihat seperti kesalahan kiper nomor dua, dan itu menjadi titik balik pertandingan,” ujar Wright.
Ia menambahkan bahwa momen kesalahan tersebut datang di saat Arsenal mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan pergantian pemain.
Keputusan Cadangkan Raya Jadi Sorotan
Kiper Arsenal David Raya memberikan penghormatan kepada publik di akhir pertandingan putaran pertama Liga Champions Atalanta vs Arsenal di Stadion Atleti Azzurri d'Italia di Bergamo pada 19 September 2024. (Foto oleh Isabella BONOTTO / AFP)
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, juga menilai keputusan Arteta dalam memainkan kiper kedua di laga final sebagai langkah yang kurang tepat.
“Tim harus memberikan permainan terbaik untuk memenangkan trofi. Dalam situasi seperti ini, memainkan kiper utama menjadi hal yang krusial,” ujar Carragher.
Ia juga menekankan bahwa David Raya merupakan salah satu pemain terbaik Arsenal musim ini, sehingga keputusan mencadangkannya di laga final menjadi pertanyaan besar.
“David Raya bukan hanya kiper utama, kami bahkan bisa mengatakan dia adalah salah satu pemain terbaik Arsenal musim ini”
“Jadi ini bukan sekadar mengganti kiper nomor satu dengan nomor dua, tetapi mengganti salah satu pemain terbaik dalam tim yang belum memiliki sejarah juara,” tambah Jamie Carragher.
Kekalahan ini membuat Arsenal kembali gagal meraih trofi besar, sekaligus memperpanjang penantian gelar mereka sejak terakhir kali juara pada 2020.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang