Man City Juara Piala Liga Inggris, Saat Guardiola Selamat dari Cekikan Arsenal...
Man City menjadi juara Piala Liga Inggris 2025-2026 usai mengalahkan Arsenal 2-0. Pep Guardiola bilang Arsenal sempat bikin timnya tak bisa bernapas.
Titel juara Piala Liga Ingggris alias Carabao Cup 2025-2026 diamankan Manchester City asuhan Pep Guardiola usai mereka menang dua gol tanpa balas atas Arsenal di Stadion Wembley.
Hasil Arsenal vs Man City 0-2 pada laga Minggu (22/3/2026) dipastikan oleh sepasang gol Nico O'Reilly (60', 64').
Kemenangan ini terasa melegakan bagi Guardiola dan anak asuhnya. Apalagi, mereka baru saja menelan kekecewaan disingkirkan oleh Real Madrid di 16 besar Liga Champions.
“Apa yang bisa saya katakan? Ketika Anda memenangkan trofi, itu penting. Ini terasa spesial karena kami menjalani dua pekan yang sulit," tutur Pep Guardiola dilansir BBC dari Sky Sports.
Keberhasilan menjuarai Piala Liga Inggris 2025-2026 terasa kian berharga mengingat Man City sempat gencar dicecar Arsenal pada periode awal laga final Piala Liga Inggris.
Man City Tertekan di Awal Laga
Akhir cerita bisa saja berbeda andai kiper Man City, James Trafford tak membuat tiga penyelamatan beruntun untuk upaya Kai Havertz dan Bukayo Saka.
"Apa yang mereka lakukan di Liga Champions sangat sulit. Dalam 15 menit pertama mereka mencekik kami, kami tidak bisa bernapas," ujar Guardiola.
"Setelah itu kami memenangkan beberapa bola kedua dan mulai bermain. Saya sangat senang karena Mikel (Arteta) membangun tim yang hampir tak terkalahkan," ucap Guardiola memberikan respek kepada sang kolega, Mikel Arteta, yang meracik taktik Arsenal.
Man City pun meraih gelar Piala Liga Inggris kelima bersama Guardiola, atau yang kesembilan di sepanjang sejarah klub.
"Lima Carabao Cup dalam 10 tahun bukan hal buruk. Setiap kali Anda memenangkan gelar, rasanya semakin sulit dibanding sebelumnya. Ini benar-benar sulit karena banyak alasan,” kata pelatih asal Santpedor, Spanyol tersebut.
Hasil di final Piala Liga Inggris 2025-2026 boleh membuat Guardiola menatap masa depan dengan optimistis.
“Ketika Anda mulai menang dan generasinya masih muda, Anda bisa melanjutkannya. Saya perlu mengenal mereka. Saya perlu tahu bagaimana mereka bereaksi dalam momen tertentu. Sepak bola modern sekarang sangat kompetitif dan sulit. Saya pikir kami belajar untuk masa depan dan semoga musim depan bisa lebih baik.”
Nico O'Reilly merayakan gol dalam pertandingan sepak bola final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Stadion Wembley di London pada 22 Maret 2026. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)
Perjudian Guardiola Terbayarkan
Nico O'Reilly yang musim ini disulap Guardiola jadi bek sayap kiri, bak jadi simbol generasi baru City. Aslinya, pemuda 21 tahun itu merupakan gelandang serang.
“Mungkin dia adalah rekrutan terbaik musim ini. Saat kami memulai musim, kami punya pembicaraan panjang dengannya. Dia mulai bermain sebagai bek kiri dan sangat mengesankan."
"Dia bisa bermain di banyak peran, dia pemain yang berada di sepertiga akhir lapangan di posisi yang dia sukai. Dia mencetak dua gol fantastis," ucap Guardiola soal O'Reilly.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang