Dedi Mulyadi Tertibkan Penyapu Koin di Pantura Subang, Warga Diberi Kompensasi Rp 600.000

Dedi Mulyadi, Dedi Mulyadi Tertibkan Penyapu Koin di Pantura Subang, Warga Diberi Kompensasi Rp 600.000, Mengapa aktivitas penyapu koin ditertibkan?, Apa langkah yang dilakukan Dedi Mulyadi?, Bagaimana peran aparat dalam penertiban ini?, Apa dampak penertiban bagi arus mudik?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Sewoharjo, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, untuk menertibkan aktivitas penyapu uang koin yang kerap muncul saat arus mudik.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di Pantura Sewoharjo mulai mengalami peningkatan signifikan. Kendaraan didominasi sepeda motor pemudik, disusul kendaraan pribadi dan angkutan barang.

Meski lalu lintas terpantau padat, arus kendaraan masih bergerak lancar dengan sesekali perlambatan akibat aktivitas warga di pinggir jalan.

Mengapa aktivitas penyapu koin ditertibkan?

Di tengah kepadatan arus mudik, masih ditemukan sejumlah warga, termasuk anak-anak, yang melakukan aktivitas menyapu uang koin dari pengguna jalan.

Aktivitas ini dinilai berbahaya karena dilakukan di badan jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Selain membahayakan diri sendiri, aktivitas tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pemudik yang melintas dengan kecepatan tinggi.

Apa langkah yang dilakukan Dedi Mulyadi?

Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM langsung mengumpulkan para penyapu koin di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya. Ia meminta warga untuk menghentikan aktivitas tersebut selama periode mudik dan arus balik.

Sebagai solusi, pemerintah menawarkan kompensasi kepada warga yang biasa menyapu koin. Setiap orang akan menerima Rp 50.000 per hari atau total Rp 600.000 selama 12 hari, dengan syarat terdata dan menyertakan identitas kependudukan.

"Saya minta mulai hari ini sampai tanggal 28, tidak ada lagi yang menyapu koin di sini. Nanti didata oleh kepala desa, sore ini saya berikan uangnya," ujar KDM di hadapan warga.

Ia juga menyoroti bahaya aktivitas tersebut, terutama karena melibatkan anak-anak.

"Bahaya, apalagi anak kecil dibawa ke jalan. Lebih baik di rumah saja," tambahnya.

Dedi Mulyadi, Dedi Mulyadi Tertibkan Penyapu Koin di Pantura Subang, Warga Diberi Kompensasi Rp 600.000, Mengapa aktivitas penyapu koin ditertibkan?, Apa langkah yang dilakukan Dedi Mulyadi?, Bagaimana peran aparat dalam penertiban ini?, Apa dampak penertiban bagi arus mudik?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi didampingi Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan menyerahkan secara simbolis kompensasi libur angkot di kawasan Puncak Cianjur, selama musim mudik dan balik Lebaran 2026.

Bagaimana peran aparat dalam penertiban ini?

Selain langkah dari pemerintah provinsi, aparat kepolisian bersama unsur gabungan juga melakukan penertiban di lokasi. Mereka menindak aktivitas penyapu koin yang dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kapolsek Pusakanagara, Jusdi Jachlan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan berbagai alat yang digunakan oleh penyapu koin.

"Kami menertibkan karena aktivitas ini menghambat arus lalu lintas, khususnya di jalur menuju Cirebon. Penertiban dilakukan bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, dan instansi terkait lainnya," ujarnya.

Apa dampak penertiban bagi arus mudik?

Penertiban ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan kelancaran arus mudik di Jalur Pantura, khususnya di kawasan Sewoharjo yang selama ini dikenal sebagai titik rawan gangguan lalu lintas.

Dengan berkurangnya aktivitas warga di badan jalan, potensi kecelakaan diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Jusdi menegaskan bahwa penertiban akan terus dilakukan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat yang tidak ingin lagi melihat aktivitas penyapu koin di jalur tersebut.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang