Andai Kluivert Out, Pengamat Sebut PSSI Harus Bayar Kompensasi Rp 80 M

Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, PSSI, Erick Thohir, Andre Rosiade, akmal marhali, Piala Dunia 2026, Andai Kluivert Out, Pengamat Sebut PSSI Harus Bayar Kompensasi Rp 80 M

Pembahasan tentang nasib pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert usai gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 terus bermunculan.

Apakah Patrick Kluivert masih pantas menukangi Jay Idzes dkk atau lebih baik diganti dengan sosok lain? Semua itu akan terjawab saat rapat evaluasi digelar oleh PSSI dan Exco PSSI. 

Pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, menyebut jika Patrick Kluivert dipecat, maka PSSI harus membayar kompensasi yang nilainya disebut-sebut mencapai Rp 80 miliar. 

Nilainya cukup besar, mencakup staf pelatih yang menjadi asisten Alex Pastoor dan Denny Landzaat. 

“Untuk mengganti pastinya ada kompensasi juga karena Patrick Kluivert ini dikontrak sampai 2027,” kata Akmal Marhali dalam wawancaranya di siaran live Kompas Petang, Selasa (14/10/2025).

“Klausulnya seperti apa? Bila gagal ke Piala Dunia maka berakhir kontraknya, jika seperti itu maka tidak ada kompensasi.”

“Namun jika tidak ada klausul seperti demikian maka harus ada kompensasi dengar-dengar kompensasinya sekitar 80 miliar untuk satu tim staf pelatih itu, ini jumlahnya sangat besar,” papar Akmal Marhali, pengamat yang juga jadi Koordinator Save Our Soccer (SOS) ini.

Jadi Buah Simalakama untuk PSSI

Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, PSSI, Erick Thohir, Andre Rosiade, akmal marhali, Piala Dunia 2026, Andai Kluivert Out, Pengamat Sebut PSSI Harus Bayar Kompensasi Rp 80 M

Penasihat Teknis Jordi Cruyff (kiri), Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah), dan Pelatih baru Timnas Indonesia Patrick Kluivert (kanan) berfoto bersama sesaat setelah konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025). Jordi memiliki peran membantu mengembangkan talenta-talenta muda di Indonesia.

PSSI harus mengeluarkan dana besar lagi jika memang benar ada kompensasi besar yang harus dibayarkan kepada tim kepelatihan Kluivert.

Sebab, beberapa waktu ke belakang mereka juga wajib membayar kompensasi atas pemecatan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, pada awal Januari 2025. 

Ini jadi buah simalakama untuk federasi, di tengah tekanan besar pencinta sepak bola Tanah Air yang menghendaki Kluivert dicopot dari kursi pelatih. 

“Kalau dari pernyataannya Patrick Kluivert, dia bilang sudah pasrah saya tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, artinya ia menunggu kepastian dari PSSI,” ulas Akmal. 

“Karena kalau dia menunggu dan dia dipecat dia akan dapat kompensasi, ini kemudian jadi simalakama untuk PSSI sendiri, apakah harus keluar duit lagi?” 

“Kemarin Shin Tae-yong dipecat juga bayar kompensasi, sekarang Patrick Kluivert dipecat ada kompensasi juga, bicara kompensasi ini akan seru di rapat evaluasi kalau kemudian dinyatakan Patrick Kluivert dipecat,” jelasnya. 

Saran Langkah Pertama yang Harus Diambil PSSI 

Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, PSSI, Erick Thohir, Andre Rosiade, akmal marhali, Piala Dunia 2026, Andai Kluivert Out, Pengamat Sebut PSSI Harus Bayar Kompensasi Rp 80 M

Presiden FIFA Gianni Vincenzo Infantino dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir foto bersama.

Dalam waktu bersamaan, Penasihat Klub Semen Padang FC Andre Rosiade menilai PSSI harus segera menggelar rapat evaluasi yang melibatkan Exco.

Dampak dari ditundanya rapat evaluasi kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia, akan membuat publik semakin riuh di media sosial. 

“PSSI harus segera melakukan rapat Exco, itu saran saya, putuskan segera nasib Patrick Kluivert, karena ini percakapan di media sosial semakin ramai semakin ditunda efeknya bisa kemana-mana itu saran saya,” kata Andre. 

“Saya menyarankan untuk segera ambil keputusan karena kita lihat percakapan di medsos bukan hanya Patrick Kluivert yang out tapi Erick Thohir juga katanya harus out, saya enggak sepakat kalau Erick out,“ ujar Andre

“Kalau tdak ambil keputusan narasinya terus berkembang kemarahan ini harus diantispasi harus segera ambil keputusan janga berlama-lama,” jelasnya. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.