Klub Milik Orang Kaya Indonesia Menggila! Comeback Lawan AS Roma dan Makin Mantap di Zona Liga Champions
Kejutan besar terjadi di pekan ke-29 Liga Italia Serie A. Como, klub yang dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, menunjukkan mental baja dengan sukses membalikkan keadaan saat menjamu raksasa ibu kota, AS Roma. Bertanding di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Minggu waktu setempat, Como mengunci kemenangan tipis 2-1.
Start Buruk, Finis Berkelas
Pertandingan sebenarnya dimulai dengan kurang baik bagi tuan rumah. Laga baru berjalan tujuh menit, gawang Como yang dikawal Jean Butez sudah kebobolan melalui titik putih. Donyell Malen yang maju sebagai eksekutor penalti sukses menjalankan tugasnya dengan tenang setelah Stephan El Shaarawy dilanggar di kotak terlarang. Skor 1-0 untuk Roma.
Tertinggal satu gol tak membuat Como ciut. Dimotori oleh talenta muda Nico Paz dan pergerakan agresif Alex Valle, Como berkali-kali membombardir pertahanan tim asuhan lawan. Namun, kegemilangan kiper Roma, Mile Svilar, sempat membuat upaya tuan rumah frustrasi hingga turun minum.
Momentum Kartu Merah dan Kebangkitan
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Como kian menjadi. Hasilnya manis, pada menit ke-59, umpan akurat Alex Valle berhasil disambar oleh Anastasios Douvikas menjadi gol penyeimbang.
Nasib buruk menghampiri Roma pada menit ke-64 ketika mereka harus bermain dengan 10 orang. Wesley diusir wasit Davide Massa setelah menerima kartu kuning kedua. Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan cerdik oleh Como. Pada menit ke-79, Diego Carlos muncul sebagai pahlawan melalui golnya yang membalikkan kedudukan menjadi 2-1.
Como bahkan nyaris menambah keunggulan jika tendangan Lucas Da Cunha tidak membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.
Menuju Liga Champions
Kemenangan krusial ini memiliki dampak besar di papan klasemen Serie A:
Como: Kembali naik ke peringkat empat (zona Liga Champions) dengan koleksi 54 poin, menggeser para pesaing terdekatnya.
AS Roma: Terpaksa melorot ke posisi enam klasemen dengan 51 poin, terpaut tiga angka dari zona empat besar.
Statistik Kunci: Kemenangan ini membuktikan bahwa Como bukan sekadar tim promosi biasa, melainkan penantang serius kompetisi Eropa musim depan berkat kedalaman skuad yang kompetitif.