Satu Penghalang dalam Negosiasi AS Roma dan Man United untuk Zirkzee
Dua klub besar Eropa, AS Roma dan Manchester United, terus melakukan komunikasi intens untuk memulangkan Joshua Zirkzee ke Liga Italia.
Penyerang asal Belanda, Joshua Zirkzee, menjadi fokus utama dalam negosiasi antara Manchester United dan AS Roma.
Saat ini, situasi Zirkzee di Manchester United berada dalam ketidakpastian karena tidak lagi menjadi pilihan utama pelatih Ruben Amorim.
Zirkzee bukan lagi pilihan utama, terutama setelah kedatangan tiga penyerang baru: Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko.
Pernyataan Amorim juga menambah ketidakpastian mengenai masa depan Zirkzee dengan pelatih asal Portugal tersebut memberikan izin untuk pergi dari Manchester pada Januari 2026.
“Saya ingin para pemain saya bahagia. Saya memahami rasa frustrasi yang dirasakan sebagian pemain ketika melihat Piala Dunia semakin dekat,” ujarnya.
“Tetapi Man United adalah prioritas. Hal pertama yang harus dipikirkan adalah klub yang utama, jadi kita harus memikirkan klub dan tim,” tambahnya.
AS Roma melihat peluang ini dan berusaha untuk merekrut Zirkzee kembali ke Italia.
Menurut laporan Football Italia, negosiasi antara AS Roma dan Manchester United berlangsung tanpa henti, dengan tujuan untuk menyelesaikan transfer pada Januari 2026.
Manchester United lebih memilih untuk menjual Zirkzee secara permanen atau meminjamkannya dengan kewajiban membeli di akhir masa peminjaman.
Isu Utama dalam Diskusi Terkait Zirkzee
Namun, AS Roma lebih condong untuk meminjamnya dengan opsi untuk membeli, bukan kewajiban membeli.
Masalah finansial juga menjadi perhatian dalam diskusi antara kedua klub jika kesepakatan tercapai.
Walaupun belum ada kepastian, AS Roma memiliki kesempatan untuk mendapatkan Zirkzee karena Manchester United menunjukkan ketertarikan dalam negosiasi ini.
“Negosiasi sedang berlangsung, ada dialog harian antara Roma dan Manchester United, dan ini satu-satunya negosiasi yang benar-benar sedang berlangsung,” jelas jurnalis Paolo Assogna.
“Seperti biasa, ini soal uang. United menginginkan kepindahan permanen atau kewajiban untuk membeli, Roma ingin opsi pembelian yang terikat dengan target-target tertentu.”
Joshua Zirkzee (kanan) merayakan mencetak gol penyama kedudukan dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Crystal Palace vs Manchester United di Selhurst Park di London selatan pada 30 November 2025. (Foto oleh Glyn KIRK / AFP)
“Saya tidak mengatakan ada optimisme, yang mungkin berlebihan, tetapi ada perhatian dari Manchester United,” tambahnya.
Sementara itu, AS Roma berambisi untuk memperkuat lini serangnya, yang dinilai kurang memuaskan walau telah meminjam striker Brighton dari Premier League, Evan Ferguson.
Jika Zirkzee berhasil didapatkan, ada kemungkinan Ferguson akan kembali ke Brighton pada Januari 2026.
Dalam hal kualitas, Zirkzee dianggap lebih berpengalaman, dengan catatan yang baik di Italia sebelum bergabung dengan Manchester United.
Striker timnas Belanda ini sukses mencetak 13 gol dan tujuh assist dari 57 penampilan di Liga Italia bersama Bologna.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang