4 Momen Penting yang Diperingati Setiap Tanggal 13 Maret
Ada beberapa momen atau hari peringatan penting, nasional dan internasional, yang diperingati setiap tanggal 13 Maret.
Di Indonesia misalnya, tanggal 13 Maret diperingati sebagai Hari Masyarakat Adat Nasional dan HUT Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berikut daftar hari peringatan nasional dan internasional yang diperingati setiap tanggal 13 Maret:
1. Hari Tidur Sedunia
Hari Tidur Sedunia diperingati pada hari Jumat sebelum Ekuinoks Musim Semi di bulan Maret, dan tahun ini jatuh pada tanggal 13 Maret.
Hari Tidur Sedunia diinisiasi oleh World Sleep Society yang bekerja sama dengan World Association of Sleep Medicine (WASM).
Tujuannya adalah untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya tidur yang cukup untuk menjaga kesehatan dan menyatukan badan-badan internasional dan lokal untuk bekerja sama dalam isu-isu terkait tidur.
Hari Tidur Sedunia juga mengedukasi masyarakat tentang berbagai gangguan tidur/solusinya dan mendorong mereka untuk mencari bantuan.
2. HUT Daerah Istimewa Yogyakarta
Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperingati setiap tanggal 13 Maret. Tahun ini, Provinsi DIY memasuki usia yang ke-271 tahun.
Pada 13 Maret 1755 Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I memproklamirkan Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat.
Tanggal 13 Maret pun ditetapkan sebagai Hari Jadi DIY melalui Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024.
3. Hari Masyarakat Adat Nasional
Hari Masyarakat Adat Nasional diperingati setiap tanggal 13 Maret di Indonesia untuk menghormati dan menghargai jasa masyarakat adat dalam menjaga adat di Tanah Air.
Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya adat, serta mendukung perjuangan hak-hak masyarakat adat di seluruh Indonesia.
Dalam peringatannya, berbagai organisasi dan komunitas biasanya mengangkat isu-isu terkait tanah adat, pelestarian budaya tradisional, serta perlindungan lingkungan yang dijaga oleh masyarakat adat.
4. HUT Hubungan Diplomatik Indonesia-Takhta Suci (Vatikan)
Tanggal 13 Maret juga memperingati Hari Ulang Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Takhta Suci (Vatikan).
Sejarah hubungan Indonesia dan Takhta Suci berawal dari pengakuan atas kemerdekaan Indonesia oleh Paus Pius XII pada 6 Juli 1947.
Saat itu, ia menunjuk Uskup Agung Mgr Georged de Jonghe d’Ardojo sebagai Apostolic Delegate untuk Indonesia.
Kemudian pada 13 Maret 1950, secara resmi Takhta Suci atau Vatikan menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang