Tak Ada Wisatawan Datang ke Aceh Tengah Pascabencana, Okupansi Hotel Cuma 10 Persen

Memasuki empat bulan pascabencana hingga saat ini belum ada wisatawan lokal dan mancanegara yang kembali berkunjung ke Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Dampaknya, sejumlah penginapan dan hotel kekurangan tamu bahkan sebagian kosong.
General Manager Fairuz Hotel Miftah kepada Kompas.com, Rabu (11/3/2026) menyebutkan kendala utama wisatawan berkunjung ke daerah dataran tinggi itu karena akses jalan yang rusak dan sulit dilalui.
“Akses jalan yang menghubungkan Aceh Tengah ke Aceh Utara susah payah baru bisa dilalui. Hal yang sama juga terjadi untuk akses jalan Aceh Tengah – Bireuen. Praktis hanya akses udara saja yang nyaman untuk berkunjung ke Aceh Tengah,” kata Miftah.
Okupansi hotel pun anjlok ke 10-20 persen.
“Itu pun tamu yang datang bukan wisatawan, tapi mereka yang ikut membantu rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana,” tambah Miftah.
Hal yang sama disebutkan General Manager Villa Bur Telege, Aceh Tengah, Agus Eko.
“Hanya terisi 10 persen sekarang ini. Okupansi kami anjlok setelah bencana. Kita harap ini bisa menjadi perhatian pemerintah,” ujar Agus.
Sementara itu, CEO Sativa Hospitality Aceh, Iwah Wahyudi, berharap sektor wisata menjadi salah satu yang harus dipulihkan oleh pemerintah.
“Bagi kami, jalan saja diperbaiki, ini akan mendorong wisatawan. Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan daerah wisata dan pertanian. Karena itu, jalan bagus menjadi kunci kemajuan daerah ini,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, banjir dan longsor menghancurkan 18 kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025 lalu. Hingga kini ribuan orang masih di tenda pengungsian. Infrastruktur jalan dan jembatan baru dibangun secara darurat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang