Libur Lebaran 2026, Okupansi Hotel di Sleman Diperkirakan Maksimal 60 Persen

Sleman, Libur Lebaran 2026, hotel, Libur Lebaran 2026, Okupansi Hotel di Sleman Diperkirakan Maksimal 60 Persen

Okupansi hotel di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta selama periode Libur Lebaran 2026 diperkirakan antara 45 persen sampai dengan 60 persen. Sementara itu, length of stay atau masa tinggal selama periode libur lebaran diperkirakan 1,75 hari sampai dengan dua hari. 

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto mengatakan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Sleman dan sekitarnya selama periode Libur Lebaran 2026 diperkirakan paling banyak berasal dari Pulau Jawa. 

"Itu perkiraanya di 95 persen. Dan ini lah nanti yang menyebabkan akan terjadi yang namanya micro tourism. Micro tourism ini yang nantinya berakibat pada teman-teman di perhotelan," ujar Kus Endarto, Selasa (10/03/2026). 

Kus Endarto menyampaikan melihat kondisi tersebut, okupansi hotel yang berada di wilayah Kabupaten Sleman selama periode Libur Lebaran 2026 diperkirakan maksimal 60 persen. 

"Oleh karena itu kami melihat okupansi hotel selama periode Lebaran ini itu berada di antara 45 (persen) sampai maksimal 60 persen. Kalau tahun lalu maksimal di angka 51 persen," ucapnya. 

Length of stay wisatawan selama periode libur lebaran 2026 lanjut Kus Endarto diperkirakan sekitar 1,75 hari sampai 2 hari. 

Sementara itu, uang yang dihabiskan wisatawan selama Libur Lebaran 2026 diungkapkan Kus Endarto kemungkinan besar akan turun. Uang yang dihabiskan wisatawan selama liburan diperkirakan Rp 1.500.000 per kunjungan. 

Akomodasi, makan, minum, tiket masuk detinasi wisata, dan belanja oleh-oleh diperkirakan menjadi komponen terbesar dalam pembelanjaan wisatawan. 

"Pembelanjaan maksimal di tahun ini adalah sekitar Rp 1.500.000 per kunjungan. Jadi rangenya antara Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000. Ini turun dibandingkan tahun lalu," tuturnya.

Target kunjungan wisatawan Libur Lebaran 2026

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman targetkan kunjungan saat libur lebaran 2026 minimal antara 250.000 hingga 400.000 wisatawan. Target kunjungan ini turun dibandingkan tahun lalu. 

"Dalam perkiraan kami, nanti yang akan masuk terutama yang masuk ke destinasi kami hanya memperkirakan di level minimal antara 250.000 sampai dengan 400.000," ujar Kus Endarto.

Kus Endarto menyampaikan target kunjungan yang ditetapkan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman memang turun dibandingkan tahun lalu

Pada tahun lalu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menargetkan kunjungan wisatawan di angka 300.000 sampai dengan 500.000 wisatawan. 

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu jelas menurun. Tahun lalu, perkiraan kami diangka 300 (ribu) sampai dengan 500 (ribu), realisasi sekitar 550.000," ucapnya. 

Dikatakan Kus Endarto, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menurunkan target kunjungan wisatawan saat libur lebaran 2026. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah faktor kondisi ekonomi masyarakat. 

"Alasan kami menurunkan target adalah satu, kondisi ekonomi. Yang kedua, kebetulan Lebaran jatuh di tengah bulan. Di tengah bulan itu biasanya teman-teman dari swasta, itu nanti selesai Lebaran baru gajian," ucapnya. 

Selain itu, setelah lebaran yakni mulai April 2026 para orangtua mulai mempersiapkan biaya untuk anaknya masuk ke perguruan tinggi. 

Di sisi lain, pada bulan Januari banyak terdapat libur panjang. Kemungkinan, masyarakat telah memanfaatkan libur panjang tersebut untuk berkunjung ke destinasi-destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. 

"Ditambah sebelumnya pada Januari kemarin itu kan banyak libur panjang dan kemungkinan sudah banyak yang masuk ke sini, sehingga kemungkinan tidak akan sebesar pada waktu bulan Januari kemarin," ungkapnya. 

Hal tersebut terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan saat Libur Natal dan Tahun Baru ke destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, kunjungan saat ke destinasi saat libur Natal dan tahun baru kemarin tercatat sebanyak 1 juta wisatawan. 

"Tapi untuk tahun ini, pada periode Lebaran, kami tidak yakin bisa sampai segitu. Jadi prediksi kami hanya antara 250.000 sampai 400.000 turis. Kalau nanti terlihat cukup banyak itu lebih disebabkan karena mereka hanya lewat," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang