AirAsia X Berencana Naikkan Harga Tiket Pesawat dan Kurangi Rute

AirAsia, AirAsia X, Tony Fernandes, AirAsia X Berencana Naikkan Harga Tiket Pesawat dan Kurangi Rute

AirAsia X mengumumkan rencana kenaikan harga tiket pesawat dan pengurangan kapasitas penerbangan dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk menghadapi dampak konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran.

Meski demikian, pihak maskapai penerbangan asal Malaysia ini menekankan, permintaan terbang masih cukup tinggi, dilansir dari AFP, Senin (6/4/2026).

AirAsia X umumkan rencana kenaikan harga tiket

Kenaikan jadi sesuatu yang tak bisa dihindari

CEO Grup AirAsia X, Bo Lingam mengatakan, pihaknya sudah mengurangi beberapa persen dari total keseluruhan penerbangan. Hal ini dilakukan sejak konflik di wilayah tersebut memanas.

"Secara keseluruhan di grup, kami hanya memangkas sekitar 10 persen penerbangan, yang juga sejalan dengan musim perjalanan yang lebih sepi usai Hari Raya," ucap Bo, dikutip dari Sinar Daily. 

Sementara itu, pendiri AirAsia X, Tony Fernandes menyampaikan, kenaikan harga tiket adalah sesuatu yang "tidak bisa dihindari". Keputusan ini diambil demi menjaga kelangsungan bisnis perusahaan.

Selain kenaikan harga, kapasitas penerbangan pada rute tertentu juga akan dipangkas.

"Kami kurangi rute di mana kami rasa tidak bisa menutup biaya bahan bakar," ujar Fernandes.

Strategi bertahan AirAsia X

Dari biaya bagasi hingga perluasan rute

AirAsia, AirAsia X, Tony Fernandes, AirAsia X Berencana Naikkan Harga Tiket Pesawat dan Kurangi Rute

AirAsia X umumkan kenaikan harga tiket dan pengurangan rute penerbangan akibat konflik AS-Israel lawan Iran.

Chief Commercial Officer AirAsia X, Amanda Woo menjelaskan, maskapai penerbangan tersebut memiliki jaringan yang luas ke lebih dari 150 destinasi di 25 negara.

Dengan jaringan besar ini, mereka bisa memperluas operasional ke rute yang lebih menguntungkan. Mereka memilih rute yang mana biaya tambahan bahan bakar bisa ditutup dengan baik.

Tidak hanya itu, maskapai penerbangan ini juga mencoba menekan lonjakan harga tiket dengan mengurangi biaya bagasi. Langkah ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban biaya perjalanan. 

Meskipun ada pengurangan jadwal, rencana besar AirAsia X tidak sepenuhnya batal. Salah satunya peluncuran layanan ke Bahrain pada Juni 2026 mendatang. Negara tersebut diproyeksikan menjadi pusat (hub) pertama mereka di Timur Tengah.

"Kami masih melihat permintaan yang tinggi untuk rute ke Bahrain, dan rencana untuk mengoperasikan rute tersebut tetap berjalan sesuai rencana," tutur Bo.

Rencana perluasan jaringan di luar Asia Tenggara juga disebut akan terus diproses.

Baru pulih dari pandemi Covid-19

Berdasarkan informasi dari situs web resminya, AirAsia X baru saja pulih dari pandemi Covid-19. Tahun lalu, mereka berhasil meraup laba sebesar 1,96 miliar ringgit atau sekitar Rp 8,27 triliun.

Ketua Independen Non-Eksekutif AirAsia X, Jamaludin Ibrahim menyampaikan, tahun 2025 sebagai tahun yang menguntungkan. Namun, ia menyayangkan munculnya krisis baru saat perusahaan sedang ingin "lepas landas" lebih tinggi.

"Ini adalah tantangan nyata yang berdampak langsung pada biaya, margin, dan keputusan jaringan kami," ucap Ibrahim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang