Steam Controller Baru Bukan Controller Biasa, Ada Trackpad Ganda dan Joystick Magnetik

Steam Controller Baru Bukan Controller Biasa, Ada Trackpad Ganda dan Joystick Magnetik, Dua Trackpad Jadi Pembeda Utama, Joystick Magnetik Diklaim Lebih Presisi, Tombol Lengkap seperti Controller Modern, Haptic Feedback untuk Getaran Lebih Realistis, Baterai Diklaim Tahan Lebih dari 35 Jam, Bisa Dipakai di Banyak Perangkat, Bagian dari Ekosistem Steam Hardware, Belum Tersedia untuk Indonesia
Steam Controller Baru Bukan Controller Biasa, Ada Trackpad Ganda dan Joystick Magnetik

Steam Controller baru dari Valve akhirnya mendapat jadwal penjualan dan harga resmi setelah diumumkan pada November tahun lalu. Perangkat ini akan mulai dijual pada 4 Mei 2026 melalui toko resmi Steam dengan harga 99 dollar AS atau sekitar Rp1,7 juta.

Daya tarik utamanya bukan hanya harga, tetapi juga desain kontrol yang berbeda dari controller biasa. Valve menyematkan dua trackpad, dua joystick magnetik, input sentuhan, empat motor haptic, hingga aksesori Steam Controller Puck untuk koneksi nirkabel latensi rendah dan pengisian daya magnetik.

Dua Trackpad Jadi Pembeda Utama

Steam Controller baru membawa dua trackpad yang ditempatkan di bagian bawah joystick kiri dan kanan. Fitur ini membuat perangkat terasa berbeda dari controller konvensional yang biasanya hanya mengandalkan joystick, tombol arah, trigger, dan tombol aksi.

Trackpad ganda memberi cara input tambahan untuk jenis game yang tidak selalu nyaman dimainkan dengan joystick biasa. Pada ekosistem PC, input seperti ini bisa berguna karena banyak game awalnya dirancang untuk keyboard dan mouse.

Kehadiran dua trackpad juga menjadi cara Valve mempertahankan identitas Steam Controller. Generasi sebelumnya sudah dikenal karena pendekatan kontrol yang tidak sepenuhnya mengikuti desain controller konsol biasa.

Dengan versi baru ini, Valve terlihat ingin membuat controller yang lebih fleksibel untuk berbagai jenis game di Steam. Terutama untuk pengguna yang bermain di PC, Steam Deck, atau perangkat lain yang terhubung ke layanan Steam.

Joystick Magnetik Diklaim Lebih Presisi

Selain trackpad ganda, Steam Controller baru juga membawa Thumbstick Magnetic atau joystick analog magnetik. Valve menyebut joystick ini lebih presisi dan lebih tahan lama dibanding generasi sebelumnya.

Jumlah joystick analog kini juga menjadi dua. Pada generasi lama yang dirilis 2015, joystick analog hanya tersedia satu di sisi kiri.

Joystick baru ini turut mendukung input sentuhan atau capacitive touch. Artinya, controller bisa membaca interaksi jari pada area joystick, bukan hanya gerakan arah biasa.

Perubahan ini penting karena controller modern semakin dituntut memberi kontrol yang lebih responsif. Untuk gamer, presisi input bisa memengaruhi kenyamanan saat bermain, terutama pada game yang membutuhkan gerakan halus dan cepat.

Tombol Lengkap seperti Controller Modern

Steam Controller baru tetap membawa tombol-tombol yang umum ditemukan di controller modern. Ada tombol directional, tombol ABXY, tombol trigger seperti L1 dan R1, tombol Menu, serta tombol Steam.

Valve juga menambahkan empat tombol ekstra yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Tombol tambahan seperti ini berguna untuk game yang membutuhkan banyak aksi, pintasan, atau kontrol khusus.

Bagi pemain PC, tombol yang bisa diatur ulang menjadi nilai penting. Setiap game bisa punya kebutuhan kontrol berbeda, sehingga fleksibilitas tombol membuat controller lebih mudah disesuaikan.

Kombinasi joystick, trackpad, tombol konvensional, dan tombol ekstra membuat Steam Controller baru tidak hanya ditujukan untuk satu jenis game. Perangkat ini mencoba menjembatani pengalaman bermain konsol dan PC.

Haptic Feedback untuk Getaran Lebih Realistis

Valve menyematkan empat motor haptic pada Steam Controller baru. Fitur ini dirancang untuk memberikan feedback getaran yang lebih realistis sesuai efek di dalam game.

Haptic feedback bisa membuat pengalaman bermain terasa lebih imersif. Misalnya saat karakter terkena benturan, kendaraan melaju di permukaan berbeda, atau efek tertentu muncul dalam permainan.

Selain itu, ada fitur Grip Sense untuk kontrol berbasis gestur. Fitur ini mengandalkan sensor gyroscope 6-axis IMU.

Dengan kombinasi haptic dan sensor gerak, Steam Controller baru mencoba menawarkan pengalaman kontrol yang lebih hidup. Ini menjadi salah satu bagian yang membedakannya dari controller sederhana yang hanya mengandalkan getaran standar.

Baterai Diklaim Tahan Lebih dari 35 Jam

Dari sisi daya, Steam Controller baru dibekali baterai berkapasitas 8,39Wh. Valve mengklaim baterainya mampu bertahan lebih dari 35 jam dalam sekali pengisian.

Daya tahan seperti ini penting untuk perangkat nirkabel. Gamer tidak perlu terlalu sering mengisi ulang jika controller dipakai untuk sesi bermain harian.

Valve juga menyertakan aksesori bernama Steam Controller Puck. Perangkat ini berfungsi sebagai dongle untuk koneksi nirkabel dengan latensi rendah.

Selain itu, Puck mendukung pengisian daya magnetik. Meski begitu, pengguna tidak wajib memakai aksesori tersebut karena controller juga bisa tersambung lewat Bluetooth atau kabel USB-C.

Bisa Dipakai di Banyak Perangkat

Steam Controller baru dirancang untuk ekosistem yang luas. Perangkat ini kompatibel dengan PC berbasis Windows, Mac, dan Linux.

Controller ini juga mendukung Steam Deck, baik dalam kondisi docked maupun handheld. Untuk pengguna yang bermain lewat perangkat mobile, Steam Controller bisa dipakai dengan tablet dan smartphone yang menjalankan Steam atau aplikasi Steam Link.

Fleksibilitas koneksi menjadi salah satu nilai penting. Pengguna bisa memilih koneksi lewat Bluetooth, USB-C, atau Steam Controller Puck sesuai kebutuhan.

Steam Controller juga mendukung seluruh perangkat keras Steam lainnya. Perangkat ini bahkan dapat dilacak oleh kamera pada sistem Steam Frame, sehingga pengguna bisa memainkan game non-VR di layar virtual.

Bagian dari Ekosistem Steam Hardware

Steam Controller baru hadir sebagai pelengkap perangkat keras buatan Valve. Selain Steam Deck, Valve juga menyiapkan Steam Machine dan Steam Frame sebagai bagian dari ekosistem Steam Hardware.

Kehadiran controller baru ini menunjukkan bahwa Valve tidak hanya fokus pada layanan toko game digital. Perusahaan tersebut juga terus memperkuat perangkat fisik yang bisa mendukung pengalaman bermain di berbagai layar.

Steam Deck sudah lebih dulu menjadi perangkat gaming genggam yang populer di ekosistem Steam. Dengan Steam Controller baru, Valve memperluas cara pengguna mengakses game Steam di PC, handheld, smartphone, atau perangkat hardware Steam lain.

Controller seperti ini menjadi penting karena Steam memiliki banyak jenis game. Tidak semuanya nyaman dimainkan dengan desain controller biasa, sehingga kombinasi trackpad, joystick magnetik, dan tombol ekstra bisa memberi ruang kontrol yang lebih fleksibel.

Belum Tersedia untuk Indonesia

Steam Controller baru akan mulai dijual pada 4 Mei 2026 dengan harga 99 dollar AS atau sekitar Rp1,7 juta. Perangkat ini akan tersedia di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.

Namun, untuk saat ini perangkat tersebut belum tersedia untuk pembelian di Indonesia. Pada laman produk, muncul informasi bahwa item ini tidak tersedia untuk dibeli di wilayah pengguna.

Kondisi ini penting diketahui gamer Indonesia. Harga global memang sudah diumumkan, tetapi ketersediaan lokal masih belum jelas dari informasi yang tersedia.

Bagi pengguna Indonesia yang tertarik, hal paling penting saat ini adalah memahami fitur dan posisi perangkat tersebut lebih dulu. Steam Controller baru menawarkan trackpad ganda, joystick magnetik, haptic feedback, baterai panjang, dan kompatibilitas luas, tetapi belum bisa langsung dibeli melalui wilayah Indonesia.

Steam Controller baru menjadi perangkat yang menarik karena tidak sekadar meniru desain controller konsol biasa. Dua trackpad, joystick magnetik, empat motor haptic, Grip Sense, tombol ekstra, serta koneksi lewat Puck, Bluetooth, dan USB-C membuatnya lebih fleksibel untuk ekosistem Steam. Bagi gamer Indonesia, daya tariknya sudah terlihat, tetapi status ketersediaan lokal masih menjadi hal yang perlu diperhatikan.