Jangan Asal Pakai! Begini Cara Memanfaatkan Plastik Wadah Makanan Secara Tepat

Ilustrasi plastik.
Ilustrasi plastik.

10 juta ton sampah plastik, yang sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sulit terurai.

Di sisi lain, penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari nyaris tidak terpisahkan. Mulai dari wadah makanan, botol minuman, hingga kantong belanja, plastik telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat modern.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menggunakan plastik secara keliru. Tidak sedikit orang memakai satu jenis plastik untuk berbagai kebutuhan tanpa memahami fungsi dan karakteristik materialnya. 

Padahal, setiap jenis plastik sebenarnya dirancang dengan fungsi tertentu agar tetap aman dan optimal saat digunakan. Kurangnya pemahaman inilah yang kerap membuat plastik digunakan secara tidak tepat, bahkan berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan maupun lingkungan.

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menilai edukasi berbasis solusi menjadi salah satu kunci penting untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah plastik di Indonesia. Kesadaran tersebut coba didorong melalui berbagai program edukasi lingkungan, salah satunya melalui Kampanye Indonesia Asri yang diinisiasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group). 

Kampanye Indonesia Asri bersama komunitas Sobat Asri menggelar kegiatan edukasi pemanfaatan plastik wadah makanan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Isu sampah plastik perlu disikapi melalui peningkatan literasi dan perubahan perilaku," ujar Chrysanthi dalam acara Ramadan Inspiratif dengan Memanfaatkan Plastik Lebih Solutif di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Kegiatan edukasi dikemas melalui workshop dekorasi cupcake (cupcake decoration). Dalam kesempatan ini, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai jenis plastik yang umum digunakan dalam wadah dan kemasan makanan sehingga harapannya bisa lebih bijak dalam menggunakan wadah plastik.

Mengenal 3 Jenis Plastik dalam Wadah Makanan

Perwakilan Departemen Polymer Chandra Asri Group, Alexandra Andina, menjelaskan tiga jenis material plastik jenis plastik yang paling umum digunakan. Masing-masing memiliki fungsi spesifik dan keunggulan yang berbeda dalam menjaga keamanan serta kualitas produk.

Ketiganya adalah polipropilena (polypropylene/PP), polietilena berdensitas tinggi (high-density polyethylene/HDPE), dan polietilena linear berdensitas rendah (linear low-density polyethylene/LLDPE). 

Alexandra menyampaikan, wadah makanan berbahan PP dikenal lebih tahan panas sehingga sering digunakan untuk kotak bekal atau wadah makanan untuk dibawa pulang. Sementara itu, HDPE umumnya dimanfaatkan untuk botol atau jerigen cair karena memiliki sifat yang kuat dan stabil. 

Adapun wadah makanan material LLDPE memiliki karakteristik ringan namun cukup kuat untuk membawa beban sesuai peruntukannya. Melalui penjelasan ini, peserta diajak memahami bahwa setiap jenis plastik telah dirancang dengan fungsi tertentu. 

Pentingnya Menggunakan Plastik Secara Bertanggung Jawab

Selain mengenali jenis materialnya, kegiatan edukasi juga memberikan pemahaman mengenai cara menggunakan plastik secara lebih bertanggung jawab. Mulai dari mengenali label keamanan seperti food grade, memperhatikan batas penggunaan untuk suhu panas atau dingin, hingga menerapkan prinsip penggunaan ulang (reuse) secara tepat sesuai desain dan daya tahan materialnya.

Chrysanthi mengatakan, plastik memiliki fungsi ketahanan dan reliabilitas yang sangat baik dalam mendukung kebutuhan sehari-hari. Namun, ia menekankan pemanfaatan plastik harus disertai pemahaman yang tepat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kegiatan ini menjadi ruang partisipatif yang mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui peningkatan literasi masyarakat mengenai jenis-jenis plastik, fungsi spesifiknya, serta pentingnya pengelolaan pasca pakai yang tepat guna mendukung keberlanjutan lingkungan,” tutup Chrysanthi.

Melalui pendekatan edukatif yang aplikatif dan kontekstual menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat. Khususnya di kalangan generasi muda, untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.