Cara Memanfaatkan AI untuk Mempermudah Pekerjaan

Ilustrasi AI masuk kantor.
Ilustrasi AI masuk kantor.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI) kini semakin berperan penting dalam mempermudah berbagai jenis pekerjaan. Kehadirannya membantu manusia menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, efisien, dan akurat, mulai dari pekerjaan sederhana hingga yang kompleks.

AI juga mampu mengotomatisasi proses yang sebelumnya memakan waktu lama, sehingga meningkatkan produktivitas di berbagai bidang. Dengan dukungan teknologi ini, banyak perusahaan dan individu dapat bekerja lebih efektif dan fokus pada hal-hal yang lebih strategis serta bernilai tinggi dalam pengambilan keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Manfaat kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kerja juga disampaikan oleh CEO Dicoding, Narendra Wicaksono. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan riset terhadap lebih dari 3 ribu developer di Indonesia, pemanfaatan AI terbukti berdampak langsung pada peningkatan produktivitas kerja.

”Berdasarkan riset lebih dari 3 ribu developer di Indonesia, 86 persen telah memanfaatkan AI. 94 persen diantaranya merasakan peningkatan produktivitas yang signifikan berkisar antara 20 hingga 50 persen,” kata Narendra dalam acara Badan Ekraf Developer Talent 2026: Productivity with AI Boothcamp di Jakarta, Selasa 14 April 2026.

Seiring dengan semakin masifnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang semakin penting untuk dipersiapkan.

“Dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kita bisa membangun negara yang lebih maju melalui pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama dengan Dicoding membuka program Badan Ekraf Digital Talent. Program ini merupakan program kompetensi digital intensif multilevel yang mengkombinasikan pendalaman kemampuan teknis (hard-skill) dan kemampuan interpersonal (soft-skill) berbasis kurikulum global.

”Program ini merupakan pelatihan kompetensi digital yang intensif, multilevel yang mengkombinasikan pendalaman kemampuan teknis, hard skill dan juga kemampuan interpersonal, soft skill berbasis kurikulum industri global,” kata Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf Muhammad Neil El Himam.

Niel menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menjawab persoalan skill gap and talent gap sekaligus memastikan para peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi termasuk.

”Melalui program ini, kami ingin menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta digital yang kompeten. Hal ini sejalan dengan komitmen mewujudkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Mengenal Program Pelatihan BDT

COO Dicoding Indonesia, Dimas Catur Wibowo menjelaskan bahwa untuk program ini memiliki sejumlah keunggulan mulai dari kurikulum berstandar internasional.

”Kurikulum kami dikembangkan dengan principal school teknologi guna memastikan seluruh materinya relevan dan uptodate dengan kebutuhan industri saat ini. Kita tau teknologi berkembang secara pesat,” kata dia.

Selain itu, peserta program ini tidak hanya mengikuti pembelajaran secara daring, tetapi juga mendapatkan praktik langsung dengan kurikulum yang telah dirancang untuk menciptakan talenta digital yang mampu memanfaatkan AI.

”Peserta akan diberikan pembelajaran bagaimana memanfaatkan AI terutama untuk melakukan efisiensi kerja di sektor kreatif. Terakhir eksklusif offline offer, jadi yang salah satu yang special peserta tidak hanya secara daring tapi bisa berdiskusi atau bertatapan secara para expert kami,” kata dia.

Pendaftaran program ini sendiri telah resmi dibuka sejak Senin 13 April lalu hingga 31 Mei 2026. Program ini sendiri ditargetkan bisa menjaring 2.200 peserta. Menariknya baru satu hari dibuka tercatat peserta yang mendaftar sudah melebihi kuota yang ditentukan.

Sementara itu, kriteria yang bisa mengikuti program ini antara lain, peserta adalah WNI yang ingin memajukan ekonomi kreatif kedua memiliki semangat belajar yang tinggi dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap teknologi. Peserta juga memiliki komitmen semangat belajar untuk menyelesaikan program ini. Terakhir, memiliki akses komputer dan laptop karena pembelajaran ini dilakukan secara mandiri dan daring.

”Untuk pendaftaran bisa mengunjungi website resmi kami https://bdt.dicoding.com, isi pendaftaran dan mengisi data diri dan kelengkapan administrasi. Setelahnya bisa dapat akses pembelajaran. Ketika peserta menyelesaikan pembelajaran akan dapat sertifikat, dan bisa mendapatkan kesempatan 

Output yang Diharapkan

Dimas Catur menjelaskan bahwa secara teknis, program pembelajaran ini dirancang dengan kurikulum yang bertujuan agar para talenta digital dapat menguasai kecerdasan buatan (AI) serta memahami cara melakukan optimalisasi penggunaannya.

”Misalnya bagaimana kita bisa memanfaatkan AI ini dengan lebih baik. Contoh kalau di industri kecil, pada proses pekerjaannya masih banyak pekerjaan repetitive yang dilakukan secara manual. Nah, dalam program ini, peserta bisa mengerti bagaimana hal-hal yang bisa dioptimisasi, hal-hal yang bisa diimplementasikan AI tersebut agar pekerjaan itu lebih efisien,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, CEO Dikoding Indonesia, Narendra Wicaksono menyebut dari program ini pihaknya bisa memastikan talenta yang ada di Indonesia bisa memiliki kapabilitas sehingga bisa tetap relevan dengan kebutuhan industri.

"Harapan dari program ini adalah gimana kita memastikan talenta-talenta yang ada di Indonesia ini bisa memiliki kapabilitas sehingga mereka bisa tetap relevan dengan kebutuhan industri Dan tentunya bisa meningkatkan produktivitas, termasuk gimana supaya industri kita juga bisa berjalan lebih baik dan bisa bersaing di level global," kata dia.