Pertamina Ungkap Penyebab BBM Langka di Sintang, Warga Antre Panjang di SPBU
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Tengah buka suara terkait kelangkaan BBM yang terjadi di Sintang, Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, TribunPontianak pada Rabu (11/2/2026) melaporkan bahwa kelangkaan BBM, seperti Pertalite dan Pertamax, di Sintang sudah terjadi selama tiga hari.
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga mengatakan, pihaknya tengah menyesuaikan distribusi BBM di sejumlah lembaga penyalur di Kabupaten Sintang dan sekitarnya.
Penyesuaian dilakukan menyusul perubahan operasional jalur pengiriman dari titik suplai ke SPBU Reguler, Non Reguler, dan Pertashop.
Penyebab Kelangkaan BBM
Edi menjelaskan, salah satu kendala distribusi adalah pendangkalan alur sungai akibat penurunan tinggi muka air.
“Per pagi ini, ketinggian Sungai Melawi tercatat sekitar 2,7 meter dan mengalami penurunan kurang lebih 30 sentimeter," ujar Edi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (11/2/2026),
"Kondisi ini menyebabkan kapal pengangkut BBM belum dapat melakukan sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang karena faktor keselamatan pelayaran,” tambahnya.
Selain itu, pola suplai juga disesuaikan dengan pengalihan dari IT Pontianak dan FT Sintang sehingga jarak dan waktu tempuh distribusi menjadi lebih panjang.
Pertamina juga terus mengatur ritase mobil tangki agar distribusi tetap berjalan lancar.
Wilayah terdampak penyesuaian ini meliputi Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau.
Langkah Antisipasi Pertamina
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina mengatur ulang jadwal pengiriman, mempercepat suplai dari titik terdekat, dan mengoptimalkan armada distribusi.
Saat ini, perusahaan juga tengah mengkaji alternatif skema bongkar muat di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, melalui metode langsung dari kapal ke mobil tangki menggunakan desain skid meter.
“Alternatif ini masih dalam tahap kajian teknis dan review aspek keselamatan (HSSE) untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai prosedur," ujar Edi.
"Kami berharap langkah ini dapat semakin memperkuat kelancaran distribusi BBM di wilayah Sanggau hingga Sintang,” tambahnya.
Pertamina juga terus memantau penyaluran BBM, khususnya pada SPBU di jalur strategis dan lembaga penyalur utama supaya layanan kepada masyarakat tetap lancar.
Selain itu, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi melalui koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan dan optimalisasi seluruh sumber daya, sehingga penyaluran BBM di wilayah terdampak dapat kembali normal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang