Jalur Dieng via Karangkobar-Batur Longsor, Ini Rute Lain yang Bisa Dilalui

BPBD Banjarnegara, Dieng, longsor, Jalur menuju Dieng, Jalur Dieng via Karangkobar-Batur Longsor, Ini Rute Lain yang Bisa Dilalui

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menyebut masih ada sejumlah jalur yang dapat digunakan masyarakat untuk menuju kawasan wisata Dieng setelah jalur alternatif Karangkobar-Batur longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan, akses menuju Dieng tetap tersedia melalui beberapa rute yang masih aman dilalui kendaraan.

Menurut dia, masyarakat dapat menggunakan jalur Wanayasa, Batur, maupun jalur Sidengok untuk menuju kawasan wisata di dataran tinggi tersebut.

"Jalur utama adalah jalan provinsi yang lewat Wanayasa-Batur," ujar Aji dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan Aji untuk meluruskan informasi di media sosial yang menyebutkan jalur utama Banjarnegara menuju Dieng putus total akibat longsor.

Ia menegaskan bahwa jalan yang terdampak longsor bukan merupakan jalur utama menuju Dieng.

"Ya tidak benar, yang longsor merupakan salah satu jalur alternatif ke Dieng," kata Aji.

Penyebab Jalur Alternatif Karangkobar-Batur Longsor

Aji menjelaskan bahwa ruas jalan yang longsor berada di jalur Karangkobar-Batur yang melewati wilayah Pejawaran.

Longsor disebabkan oleh pergerakan tanah di Ratamba yang terjadi sejak 21 Januari 2025.

"Jalan tersebut merupakan ruas jalan Karangkobar-Batur yang menjadi salah satu jalan ke Dieng yang melalui Pejawaran," jelasnya.

Ia menambahkan, setelah kejadian pergerakan tanah pada Januari 2025, arus kendaraan di jalur tersebut sebenarnya sudah dialihkan ke ruas jalan lain.

Jalur menuju Dieng melalui Ratamba sebelumnya masih dapat dilalui oleh kendaraan roda dua setelah longsor.

Namun, area longsor yang semakin meluas membuat jalur tersebut tidak lagi bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

"Kejadian Januari 2025 dan kejadian ini merupakan kejadian lanjutan dari sebelumnya, artinya kerusakan menjadi semakin parah," ujarnya.

"Perlu ditekankan bahwa jalan tersebut bukan satu-satunya jalan ke Dieng," tandas Aji.

Menurut Aji, kerusakan jalan akibat longsor di jalur tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter dan merupakan bagian dari rangkaian pergerakan tanah yang telah terjadi sebelumnya.

Terkait penanganan, pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan perbaikan jalan tersebut pada tahun ini. Namun, rencana ini akan dikaji kembali setelah terjadi longsor susulan.

"Sebenarnya sudah dianggarkan tahun ini, tapi dengan kejadian susulan ini akan dikaji lebih lanjut, karena menurut Badan Geologi jalur tersebut merupakan jalur patahan pergerakan tanah," jelas Aji.

"Mengimbau masyarakat untuk tidak melalui jalan tersebut dan beralih ke jalan lain," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang